Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
[Red-Joss.com] Ibu, ya seorang Ibu. Ibu kita, ibumu dan ibuku juga. Siapa yang tidak mengenal jasa mulia Ibu? Bahkan, surga pun diyakini, justru berada di bawah telapak kaki Ibu.
Apakah ada hal-hal baik yang sudah dilalaikan seorang Ibu? Ayo, silakan diingat dan dihitung. Apa yang diabaikan Ibu sejak kita balita hingga kini?
Ibu sejati yang sungguh perkasa, biasanya lalai untuk menghitung jasanya terhadap anak-anaknya. Biasanya, jika ditanya, selalu menjawab, “Maaf, saya lupa untuk mengingatnya!”
Betapa tulus, setia, dan ikhlas pelayanan seorang Ibu untuk anaknya. Dia tidak pernah mau menghitungnya.
“Haram,” katanya. “Ya, hal itu sudah menjadi tugas serta kewajibanku sebagai Ibu,” jawabnya.
Mari kita sejenak mengingat dan merefleksikan kembali, jasa dan pengorbanan Ibu.
Sudah berapa ratus kali elusan lembut serta kecupan hangat Ibu yang sudah mendarat manis di kening dan pipi mungil kita?
Sudah berapa puluh, dan bahkan mungkin ratusan potong pakaian yang dibelanjakan untuk kita?
Sudah berapa ratus, bahkan ribuan piring bubur dan nasi yang sudah disajikan untuk kita? Pernahkah sang Ibu menghitungnya?
Juga, sudah berapa banyak doa tulus yang dilambungkan beliau ke hadirat Sang Maha Kuasa?
Mari, ingatlah sejenak, akan sepenggal syair lagu: โDi doa Ibuku, namaku disebut. Di doa Ibu kudengar, ada namaku disebut.โ
Ketulusan, ya ketulusan sejati! Bahkan, ekspresi lembut bahasa cinta Ibu pun, akan sangat mudah dirasakan oleh sang anak.
Marilah kita belajar untuk mengenang jasa agung Ibu sejati. Hargailah pengorbanan Ibu yang dengan tulus mengabdi kepada sesama.
Ingat! Seorang Ibu sejati tak pernah mengingat dan menghitung sebesar apa pun jasanya bagi anak-anaknya.
Kediri, 4 Agustus 2023

