Oleh : Rio Scj.
“Hopeless but hoping.” – Rio, Scj.
[Red-Joss.com] Barangkali kita pernah mengalami: putus asa, atau yang sering adalah hampir putus asa. Ketika cara dan jalan tidak kunjung ditemukan, putus asa kadang menjadi pilihan. Ketika beban hidup, kesedihan, kekecewaan, dan penderitaan hidup ini tidak kunjung hilang, mengakhiri semua itu kadang menjadi keputusan… Stop! Jangan biarkan semua itu menghentikan langkah ini untuk menyerah kalah. Tapi bangkitlah untuk berjuang dan jadilah pemenang!
Sesungguhnya keadaan yang buruk itu tidak berarti hasilnya selalu buruk. Kesulitan hidup itu tidak berarti hasilnya selalu pahit. Tapi respon kita yang menentukan untuk membalikan keadaan. Jika keadaan memburuk, karena beban hidup, kegagalan, kekecewaan, dan sakit hati itu dilihat sebagai proses pembelajaran, maka hasilnya di luar dugaan.
‘Self confident’, yakinkan pada diri sendiri. Bahwa kita bisa dan mampu mengatasi masalah itu. ‘Self love, self apriciation’ adalah dua langkah untuk memperbesar respon positif pada keadaan. Yakini pula, bahwa keadaan buruk itu tidak selamanya selalu menghasilkan yang buruk pula. Karena respon kita yang mampu mengubah keadaan.
Tuhan percaya pada kita, kenapa kita tidak percaya pada-Nya. Percaya dan yakini, bahwa Tuhan selalu menyediakan, mempersiapkan dan mengerjakan yang terbaik untuk hidup kita. Sadarilah, bahwa kita miliki tujuan baik, dan IA memberkati-Nya.
Kita di dunia ini bukan hasil sebuah kecelakaan, tapi Tuhan mempunyai tujuan. Kesempatan hidup, nafas, kesehatan dan banyak hal yang berharga itu boleh kita alami. Semua itu sebagai bukti Tuhan percayai kita. Tuhan selalu memberi kita kesempatan untuk menjadi yang terbaik, dan kita jangan mengecewakan-Nya.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

