Oleh : Rio Scj.
“Tomorrow is another fine day” Rio, Scj
[Red-Joss.com] Nikmatnya kopi itu bergantung pada selera lidah yang merasakannya. Yang pasti takarannya musti pas menurut selera. Manis, pahit itu kita yang merasa sesuai selera.
Begitu pula dengan hidup kita yang jalani, Tuhan yang menentukan, tapi kadang orang lain yang sibuk mengomentari. Jika kita hanya membuat orang lain senang, justru kita banyak kehilangan. Jika kita cuma fokus pada rasa sakit, bebeban berat dan masalah, hidup ini jadi susah. Yang ada adalah kita menyalahkan dan mencari kesalahan orang lain.
Kadang kita perlu memberi apresiasi dan berterima kasih pada diri sendiri, karena mengelola talenta yang dianugerahi Tuhan dengan baik dan maksimal.
Kita terkadang lupa, ternyata ada banyak orang lain yang keadaannya lebih susah dari kita. Lebih menderita, lebih sakit dari kondisi yang kita alami. Jika mereka mampu bertahan, bersabar dan terus berjuang, maka kita pun pasti bisa.
Katakan pada diri sendiri, bahwa mimpi dan harapan itu tidak akan mati. Satu hari lagi, satu langkah lagi, maka harapan dan mimpi itu menjadi nyata.
Lewat usaha, kerja keras, perjuangan, dan doa agar tantangan menghadang itu menjadi peluang untuk kita bertumbuh dan berkembang.
Satu hari lagi, satu langkah lagi, maka sukses itu menjadi nyata. Lakukan apa yang kita bisa, dengan apa yang kita punya. Percaya dan yakini, bahwa Tuhan tidak pernah berpangku tangan. Karena pintu rezeki Tuhan dibuka untuk mereka yang tekun berjuang dan berusaha.
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

