Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[Red-Joss.com] Sekali pun dipendam, kesalahan itu tidak akan berubah bentuknya, justru akan semakin merusak jiwa dari dalam.
Kesalahan itu ibarat bara yang dibiarkan terus menyala, sehingga tubuh ini terasa ikut terbakar.
Kesalahan yang satu itu ditambah dengan kesalahan demi kesalahan. Sehingga jiwa ini tidak sanggup untuk menampungnya lagi.
Stop! Jangan biarkan jiwa ini tertekan dan terbelenggu oleh kesalahan. Jangan biarkan jiwa ini menjadi bisu oleh karena kesalahan yang kita pendam itu. Sehingga jadi borok dan kronis.
Tawa kita tidak indah, sebab jiwa ini tidak ikut tertawa. Wajah ini tidak cantik atau ganteng, karena jiwa ini tidak sempat berhias. Kita bicara tidak bijak, karena jiwa ini tidak ikut terlibat.
Kesalahan itu tidak bisa dipendam dan disimpan terus menerus. Sebab, jika kita lupa mengeluarkan, kesalahan itu akan berubah jadi bangkai.
Kesalahan terbesar kita adalah, ketika kita abai dan tidak peduli, meski sering diingatkan agar tidak menyimpan kesalahan itu. Tapi agar berani akui kesalahan, bertobat, dan memperbaiki diri.
Jangan nekad untuk membawa kesalahan itu hingga jiwa ini dijemput oleh Sang Pemiliknya. Tapi
jadilah pribadi bijak yang damai luar dan dalam, dan bahagia.
Rm. Petrus Santoso SCJ

