Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
“I am the gate for the sheep” (John 10:7).
[ Red-Joss.com ] Jika Yesus pintu rumah Allah, pintu itu yang kita lewati setiap hari.
Jika pintu terkunci, maka kita akan mengetuk/mengebel, menunggu beberapa saat. Jika ada yang di dalam, maka pintu itu akan dibuka, lalu kita dipersilahkan masuk.
Jika pintu terbuka, kita tidak asal โnylonongโ, tapi kita mengatakan, permisi, menunggu ada yang memberikan jawaban, lalu kita disambut dan dipersilahkan masuk.
Bagaimana jika kita mempunyi kunci sendiri? Jawabannya, setiap saat kita bisa masuk. Tidak perlu mengetuk/mengebel atau menunggu. Juga tidak perlu untuk mengatakan permisi. Kita tidak perlu menunggu untuk dipersilahkan masuk. Itu pintu rumah sendiri. Bagaimana rasanya? Lebih enak, cepat, dan nyaman.
Sesungguhnya, kita mempunyai kunci sendiri untuk melewati pintu itu. Apa jenis kunci yang kita miliki? Nama kita. Ya, nama baptis kita menjadi โchipโ untuk akses masuk melewati pintu itu. Dengan percaya dan mengimani Yesus, maka semua itu dimudahkan.
Kata-kata Yesus yang mengatakan bahwa “I am the gate for my sheep” (John 10:7) hendak memberikan penegasan kepada kita, inilah โpintuโ yang harus kita lewati setiap hari. Hal itu juga memberikan penegasan kepada kita, bahwa pada saatnya kita akan berada di tempat itu, selamanya dan harus melewati pintu itu.
Pastikan, bahwa kita tahu pintu itu, dan mempunyai kunci untuk membukanya.
Rm. Petrus Santoso SCJ

