Oleh : Rio, Scj.
“Don’t pray for an easy life. Pray for the strength to endure a difficult one.” – Rio, Scj
Pria sejati tidak hanya dihormati di tempat kerja, tapi juga dihormati di dalam rumah dan keluarga. Pria sejati itu tidak dilihat dari seberapa seringnya dia berdoa dan membaca Kitab Suci. Tapi dari seberapa konsistennya dia menerapkan dan melakukan apa yang diimani.
Pria sejati tidak dilihat dari kekuatannya, tapi dari ketulusan dan niatnya untuk menghargai wanita. Bukan dia yang menggunakan kekerasan, melainkan yang bijak memahami persoalan.
Pria sejati tak dilihat dari seberapa berat barbel yang dibebankan, tapi dari tabahnya dan sabarnya ia menghadapi lika-liku kehidupan. Bukan perutnya yang โsix packโ atau dadanya yang bidang, tapi pikiran yang bijak, hati yang penuh kasih, bisa dipercaya, dan bertanggung jawab.
Sesungguhnya pria itu istimewa, karena dicipta sebagai manusia pertama, tapi jangan sombong dan terlena. Meski wanita berasal dari tulang rusuk, bukan berarti layak direndahkan dan diperlakukan semena-mena. Ia itu penolong yang sepadan. Tidak di bawah untuk selalu mengalah dan ikut perintah. Tidak pula pribadi yang hanya sebagai pendamping yang sering disakiti dan menjadi korban laki-laki, tapi layak untuk dimengerti, dicintai, dan dihargai. Jadilah pria sejati yang murah hati!
Deo gratias.
Edo/Rio, Scj

