Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[ Red-Joss.com ] Bersikap baik dan milikilah hati untuk mereka yang sedang ada dalam penderitaan. Tidak sebaliknya.
“The people walking in front rebuked him, telling him to be silent, but he kept calling out all the more. “Son of David, have pity on me!” (Luk 18:39).
Jika ada orang yang sedang berjuang mengatasi penderitaan di sekitar kita, jangan ditambah lebih menderita dengan kata-kata, sikap dan perilaku kita. Sebaliknya, “Be kind, for everyone you meet is fighting a harder battle.”
Bisa jadi penderitaan yang dialami orang itu sudah lama, bertahun-tahun, tapi Tuhan pertemukan dia dengan orang yang baik dalam waktu ‘sekejap’. Di saat sedang lewat. Itulah waktu yang “didapatkannya.” Waktu yang sangat istimewa. Dia berjumpa dengan “Sang Penyembuh”. Itulah yang dialami oleh seorang pengemis buta di pintu gerbang Yeriko dalam Injil. Perjumpaan yang sangat istimewa antara Si Pengemis dan Yesus.
Di sekitar kita, bisa saja terjadi, bahwa ada pribadi-pribadi yang datang secara istimewa. Ketika kita sedang sakit atau bergumul dengan persoalan. Tiba-tiba datang sang penolong, penghibur, atau penyembuh. Kita dimanusiawikan, ditolong, dan diperlakukan secara istimewa. Penderitaan yang selama bertahun-tahun itu diringankan, diobati, dan disembuhkan.
Bagaimana dengan mereka yang tidak peka dan menambah penderitaan itu? Jawabnya, tidak usah didengarkan. Fokuslah kepada kebaikan-kebaikan yang ada dalam hidup kita. Kita jangan sampai kehilangan kesempatan ketika hari yang istimewa itu datang. “He cried out all the more” (Lk 18:39). Kita pun harus peka untuk merasakan apa yang sedang terjadi, supaya terhubung. Kita terkoneksi untuk berbuat baik, menyalurkan belas kasih Allah. Amin.
Rm. Petrus Santoso SCJ

