Oleh : Fr. M. Christoforus, BHK
“Seekor ikan membusuk dimulai dari kepalanya. Untuk menghindarinya, potonglah kepalanya.”
(Marcus Tillius Cicero)
“Gaya pun etika seorang pemimpin dan kepemimpinannya, secara filosofis dapat diibaratkan laksana kepala ikan. Mengapa? Karena kepala ikan itu adalah sumber gizi untuk meraih inteligensia dan merupakan bagian terpenting dari seekor ikan. Pembusukan seekor ikan dimulai dari kepala.”
(Filosofi Yunani Kuno,)
Sungguh sangat penting kehadiran seorang pemimpin di dalam suatu kelompok masyarakat. Entah sebagai pemimpin sebuah negara, sekelompok masyarakat, atau di bidang keagamaan. Sang pemimpin itu adalah โsoko guruโ, tiang induk demi tegak serta kokohnya sebuah bangunan.
Maka, idealnya kita harus memilih dan memiliki seorang pemimpin yang paling ideal. Mengapa? Karena pembusukan dan kerusakan di dalam suatu kelompok masyarakat atau sebuah organisasi, biasanya diawali oleh rusaknya mentalitas serta moral sang pemimpin (leader).
Daniel John Beynon, menawarkan, idealnya seorang pemimpin hebat itu memiliki dan memenuhi lima kriteria (5 S).
- Scientia (ilmu pengetahuan): sang leader hebat, mutlak berpengetahuan dan berwawasan luas.
- Sapientia (kebijaksanaan): sang leader hebat, idealnya juga sebagai seorang bijaksanawan.
- Sanctitas (kesucian /religiositas): pemimpin ideal adalah sosok pribadi yang memiliki kesucian nurani serta bertuhan.
- Sanitas (kebersihan): pemimpin ideal adalah seorang yang bersih serta sehat jiwa dan raganya.
- Sosialitas: pemimpin ideal akan mampu beradaptasi dan hidup bersama orang lain.
Ternyata betapa pentingnya keberadaan seorang pemimpin dan peran kepemimpinannya di dalam kehidupan kita.
Marilah kita terus belajar untuk membimbing dan mendampingi generasi muda agar mereka kelak menjadi pemimpin hebat yang berkarakter dan berintegritas.
Ingatlah, akan idealnya gaya kepemimpinan Sang Guru Agung kita!
Pemimpin yang melayani! (Serviam).
Kediri, 27 Juli 2023

