Oleh : Jlitheng
[ Red-Joss.com ] Selokan depan rumah itu masih bersih, hanya ada satu gelas plastik yang jatuh. Mungkin tersampar kaki orang yang sambil lewat atau diterbangkan angin. Rerumputan di pinggir jalan samping itu juga hanya beberapa yang agak tinggi. Sebab belum lama selokan dan jalan itu sudah dibersihkan oleh Pak Asep, yang biasa membantu kami.
Tanpa saya minta, kemarin pagi Pak Asep membersihkan selokan dan jalan itu. Saya menduga “mungkin ada yang mengganggunya, tapi tak bisa mengutarakan.”
Tulisan seperti ini termasuk kategori kisah. Satu Kisah tentang “berbaik sangka.”
Berbaik sangka adalah berpikiran yang baik dan positif terhadap peristiwa atau seseorang. Sangkaan adalah pikiran yang timbul sebelum kita mengetahui sesuatu atau seseorang secara langsung.
Pagi ini saya menyapa Pak Asep yang kebetulan lewat di depan rumah. Saya tidak menanyakan tentang alasannya membersihkan jalan dan selokan.
“Wahโฆ rajin banget. Terima kasih, ya,โ kata saya sambil menyelipkan angpao di genggamannya. Paling tidak sebagai ungkapan terimakasih, karena sudah dia bantu.
Saat-saat begini sepertinya akan banyak Pak Asep yang muncul dengan alasan dan gayanya sendiri. โNauin keadaannya tanpa perlu tahu persoalannyaโ, mungkin membuat kita sama-sama nyaman.
Tetaplah berbaik hati tanpa harus tahu mengapa.
Jlitheng

