Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
[ Red-Joss.com ] Bersikap kasar itu tidak kenal jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Bisa dilakukan oleh siapa pun, baik anak-anak, remaja, dewasa dan orangtua. Bahkan tidak kenal kedudukan: yang ada di posisi atas maupun di bawah bisa bertindak kasar.
Kasar dalam berkata-kata, akan mencoreng muka sendiri. Kasar dalam bertindak merendahkan diri sendiri. Bahkan tingkah lalu yang kasar itu memberikan kesan yang buruk. Mengapa?
Jika kekasaran itu bersumber dari pendidikan orangtua, agar para orangtua segera berubah dan memperbaikinya. Jika kekasaran itu berasal dari lingkungan, kita segera menjauhinya. Jika kekasaran itu dari kebiasaan sendiri, agar kita segera perbaiki diri.
Jangan dibiarkan orang-orang di sekitar kita menjadi kasar, mudah mengajak ribut, dan bertengkar. Jangan dibiasakan kita mudah bereaksi terhadap persoalan, luapan kata-kata, tindakan, dan sikap yang kasar. Juga jangan mudah kita tersulut oleh kata-kata dan tindakan yang kasar.
Penting untuk tidak melakukan atau mengamini kata-kata dan tindakan yang kasar adalah: malu! Kita malu pada diri sendiri, orang lain, dan mereka yang melihat kita.
Apakah ada teman kita yang kasar? Nasihatilah sebelum dia dipermalukan oleh kata-kata, tindakan dan sikapnya sendiri.
Maaf! Dengan pribadi yang kasar itu, kita tidak bisa dekat, apalagi akrab.
Rm. Petrus Santoso SCJ

