Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Orang benar akan memilih membangun jembatan dan bukan tembok.” – (Paus Fransiskus)
[ Red-Joss.com ] Ada manusia yang ‘ekstrovert’ dan ‘introvert’. Ada juga manusia yang ‘sanguinis, melankolis, kolerik, dan flegmatik’.
Berbicara dan berefleksi tentang karakter manusia yang serba unik dan spesifik itu, sudah menjadi santapan harian di dalam hidup ini.
Kita mengenal dan menyadari, bahwa seorang anak manusia itu memang unik, baik sifat dan karakternya.
Lewat tulisan ini, kita akan menelusuri sebuah lorong kecil, namun sungguh sentral dari kehidupan anak manusia dengan karakter atau tabiatnya.
Sesungguhnya makna Gunting dan Jarum itu bisa mewujud dalam pribadi kita. Gunting itu sejenis sarana yang berfungsi untuk memotong dan memangkas. Sedang jarum adalah sarana untuk menjahit, menyulam, atau menambal.
Keduanya, baik gunting dan jarum itu berfaedah bagi kehidupan kita. Sebagai sarana pelengkap dan pelancar kehidupan.
Yang menjadi sentral dan fokus mengenai gunting dan jarum adalah hal modus operandi atau cara beroperasi kedua sarana itu. Juga tentang cara dan dampak operasi / kerja dari gunting dan jarum itu.
Perbedaan dalam hal modus operandi dan dampaknya, itulah titik sentral dari refleksi kita.
Perbedaan ini pun, secara implisit, juga mendeskripsikan perbedaan karakter anak manusia.
“Jangan seperti gunting, walau bergerak lurus, tapi justru memisahkan.”
“Jadilah seperti jarum, walaupun menyakitkan, tapi ia menyatukan.”
Kita mau pilih yang mana, gunting atau jarum?
Kediri, 26 Juli 2023

