Sujud Diri di Hadirat Ilahi

Oleh : Jlitheng


| Red-Joss.com | Namanya ibu LP. Lembut hati dan pemurah.

“Leres bu”, kataku atas respon Bu LP, bahwa “Ziarah” (juga yang domestik) adalah ungkapan sujud diri dihadirat Illahi.

Sujud diri itu senada makna dengan merendahkan diri (Galatia 2, 20), yakni menyadari, bahwa hidup saat ini bukan lagi kita sendiri yang berkuasa melainkan Kristus yang hidup dan memerintah di dalam kita.

Sikap iman itu terekspresi juga, ketika kita masuk ke dalam gereja. Tepat sebelum masuk ke tempat duduk, biasanya berlutut dengan satu kaki. Apa artinya?

Berlutut (genuflection) terdiri dari dua suku kata bahasa Latin, digabungkan yaitu โ€˜genuโ€™ dan โ€˜flectionโ€™ (tepatnya genu dan flectere). โ€˜Genuโ€™ artinya lutut dan โ€˜flectereโ€™ artinya menekuk, sederhananya menekuk lutut.

Gerak sederhana berlutut itu dapat mengekspresikan banyak makna: “Tawadhu atau merendahkan diri, tunduk pada kuasa Allah, rendah hati dan penyerahan diri.” Bisa dibayangkan juga saat acara โ€˜basuhan kakiโ€™.

Dengan sering berlutut itu kita akan dekat ke hati. Makin dekat ke hati akan makin tahu diri. Sujud diri di hadirat Ilahi.

Tak henti menginspirasi. 

Jlitheng