Oleh : Romo Petrus Santoso SCJ
“If I touch his clothes, I shall be cured” (Mark 5:28).
Iman + Harapan = Mukjizat. Kesembuhan. Semuanya terjadi atas kehendak Tuhan. Kuasa-Nya mengalir untuk pribadi yang sedang membutuhkan. Maka dinyatakan, “Jesus, aware at once that power had gone out from him …” (Mark 5:30). Kekuatan itu ke luar menuju kepada seseorang. Inilah yang dialami oleh si wanita itu. Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. (Mark 5:29).
Kita tidak bisa bertanya mengapa? Itulah mukjizat. Di luar batas kemampuan manusia untuk berpikir. Mukjizat terjadi atas kehendak Tuhan. Harapan di kesempatan terakhir dari si wanita itu benar-benar berakhir dengan sukacita. Yang dialami sekarang adalah penegasan hidupnya supaya hidup dengan iman yang teguh. Inilah penegasan itu, “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat, dan sembuhlah dari penyakitmu” (Mark 5:34). Jangan bertanya lagi mengapa? Ikuti perintah-Nya supaya hidup kita dalam terang iman.
Jika sekarang, kita mempunyai harapan di kesempatan yang terakhir, apa yang hendak kita lakukan?
- Kita diam saja? Berarti hilanglah kesempatan itu.
- Kita tidak peduli? Lenyaplah kesempatan itu.
- Kita menunggu? Tidak akan ada perubahan lagi.
- Kita bergerak dan melakukan sesuatu? Akan ada kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
- Kita melangkah dengan iman? Ada sesuatu dalam kita untuk mengandalkan Tuhan.
Kita menjadi penentu di kesempatan yang terakhir. Jangan bilang, “aku sudah tertutup”. Salah! “Yang menutup hidup kita adalah Tuhan sendiri.” Hal itu pasti terjadi. Sekarang ini masih ada harapan di kesempatan yang terakhir. Baca Markus 5:21-43, siapa tahu “si wanita” itu adalah kita yang 12 tahun dalam penderitaan fisik, mental, dan spiritual. Hidup kita kosong.
Semoga di kesempatan yang terakhir itu, Yesus lewat, mendekat. Dia ada di sekitar kita. Apa yang hendak kita lakukan? Kita segera mengambil keputusan dengan cepat sebelum Dia berlalu dan menjauh. Jangan bertanya mengapa? Sudah tidak ada waktu lagi. Yang tahu adalah antara kita dan Yesus.
Selalu ingat rumus ini: Harapan + Iman = Mukjizat. Amin.
Romo Petrus Santoso SCJ

