Oleh : Fr. M. Christoforus, BHK
“Api Kecerdasan AI Kini kian Bernyala.”
Teknologi AI (Artificial Intelligence), kecerdasan buatan yang kini mulai merambat dan merajai dunia. Ini adalah simbol “api” yang kian bernyala dari tangan Prometheus.
Prometheus adalah kisah di dalam mitologi Yunani. Dia seorang Titan, yakni dewa-dewa yang eksis lebih dulu, tetapi tersingkirkan oleh para dewa Olympus. Prometheus terkenal sebagai sosok yang mencuri api dari Zeus, pemimpin Dewa Olympus.
Api itu, kemudian diberikan kepada umat manusia yang berperan penting bagi peradaban. Sebagai hukuman, Zeus mengikat Prometheus ke sebuah pilar. Zeus lalu mengirim seekor elang setiap hari untuk menggerogoti liver Prometheus yang ternyata tumbuh kembali setiap malam. Keesokan hari, menjadi makanan untuk elang itu.
Sesungguhnya, apa saja pesan moral, dari balik ‘kemajuan umat manusia versus kekuatan alam?’
Sejak awal, dia telah memberi umat manusia hadiah serta harapan, agar sang manusia terus berjuang demi masa depannya. Sementara itu, “api,” sebagai sumber teknologi yang mendukung kehidupan. Ternyata, hari-hari ini, sang teknologi AI telah membuktikannya.
Di dalam konteks ini, sesungguhnya kisah Prometheus pun dapat menyimbolkan ilmu pengetahuan, kecerdasan, serta pahlawan bagi umat manusia.
Masih di dalam kisah itu, 30.000 tahun kemudian, pahlawan Yunani Heracles, dengan seizin Zeus membunuh elang dan membebaskan Prometheus dari siksaan.
Amanat apa yang dapat kita petik dari balik kisah heroik ini? Di balik pertumbuhan serta kecanggihan teknologi AI?
Semoga, kita pun dapat memandang kemajuan teknologi ini, sebagai sarana pendukung kemajuan demi menyejahterakan kehidupan umat manusia.
Ingat saudara, teknologi adalah sarana, dan bukan dewa!
Kediri, Minggu, 23 Juli 2023

