Oleh : Mas Redjo
Boleh pensiun dari pekerjaan, tapi jangan pensiun untuk melayani sesama dan memuliakan Allah.
Seusai purna bakti, pensiun dari pekerjaan kantor, apa yang hendak kita lakukan?
Bagi orang yang memiliki rencana itu dapat segera dieksekusi dan diwujudnyatakan dalam tindakan. Tapi bagi kita yang tidak memiliki rencana dan persiapan matang itu mudah terserang โpower syndromeโ dan stres. Sehingga hidup ini harus segera dibenahi dan ditata kembali demi masa depan yang lebih baik.
Ketika pensiun, saya tidak kaget untuk menentukan sikap dan menata hidup ke depan. Alasannya sederhana, sejak kecil hingga sekarang, saya telah terbiasa aktif dalam organisasi dan mengelola waktu dengan baik. Saya juga tidak lupa dengan tanggung jawab saya sebagai kepala rumah tangga.
Hal yang mendasari saya tetap aktif adalah saya sadar diri, bahwa hidup ini milik Tuhan. Saya terkesan sekali dengan firman-Nya:
โโฆ Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiriโฆโ (2 Kor 5: 15).
Hidup untuk diri sendiri itu egois dan tidak ada gunanya. Tapi hidup untuk sesama itu anugerah.
Saya ingat nasihat almarhum Mbahkung, bahwa hidup ini ibarat sumur. Makin sering air itu diambil dan dibagikan, maka airnya makin jernih, bening, dan segar.
Sebaliknya, orang yang hidup untuk diri sendiri dan menutup diri itu egois dan tiada arti, karena menyia-nyiakan anugerah Allah. Bahkan orang yang menutup diri itu harus dikasihi, karena hidupnya kesepian dan menderita.
Saya merasa beruntung, bersyukur, dan bahagia, karena aktif dalam organisasi sosial. Tidak sekadar rasa persaudaraan yang diperoleh, tapi, juga, anugerah Allah mengucur deras. Rezeki itu mengalir di luar pikiran saya. Bahkan tanpa harus meminta, Allah limpahi anugerah pada kita. Sehingga nas Allah tergenapi, โCarilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.โ
Ketulus-ikhlasan itu membuka pintu anugerah Allah. Sesungguhnya, semua yang saya peroleh itu di luar pikiran saya, dan bagai mimpi.
Jadi, jika di senja usia ini saya tetap aktif dalam kegiatan sosial itu tidak lebih sebagai ungkapan pujian dan syukur saya pada Allah. Sekaligus agar saya siap sedia, jika sewaktu-waktu dipanggil untuk menghadap pada-Nya.
Pulang ke istana kasih Allah adalah kebahagiaan orang yang percaya dan mengimani-Nya.
Mas Redjo

