Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
| Red-Joss.com | Jika dalam diri kita ada semangat/roh pelayanan itu artinya kita dapat menjalankan yang diperintahkan oleh Yesus, yaitu “If anyone wishes to be first, he shall be the last of all and the servant of all” (Mt 9:35). Semangat melayani itu “tidak bisa dibeli”, karena datang dari panggilan hati.
Memilih dan memutuskan untuk melayani itu tidak gampang, karena kita mengambil posisi mendulukan orang lain. Kita memberikan yang terbaik lebih dulu kepada sesama. Kita memilih untuk tidak mengambil kesempatan yang sudah di depan mata dan sebenarnya itu menjadi milik kita.
Siapapun yang memiliki semangat/roh untuk melayani, sebaiknya memiliki sifat-sifat ini:
Rendah hati, sabar, mudah beradaptasi dan bertanggung jawab. Di segala situasi, dia harus luwes, supaya mudah untuk melayani.
Kepuasan dari seorang pelayan adalah, ketika setiap orang yang dilayani itu memberi ungkapan dengan satu kata ini, “Terima kasih”. Tapi tidak semua orang itu mampu mengatakan, ‘terima kasih’ saat sudah dilayani. Kenapa? Karena yang dilayani itu merasa lebih kaya, berkuasa, terhormat, atau lebih tinggi kedudukannya. Padahal, kata ‘terima kasih’, karena sudah dilayani itu adalah ungkapan dari rasa hormat dan menghargai. Kata ‘terima kasih’ itu mahal, karena menjadi salah satu dari “biji kebaikan” yang bisa ditanam dalam kehidupan kita.
Selalu biasakan berkata, ‘terima kasih’, ketika dilayani oleh seseorang. Akan lebih indah, ketika mengatakan ‘terima kasih’ itu, bibir kita ikut tersenyum. Senyum sebagai hadiah yang terindah…
Rm. Petrus Santoso SCJ

