Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
| Red-Joss.com | Lihat dulu jalan yang telah dilalui oleh Tuhan Yesus. Setelah itu ikuti, nikmati, dan teruslah berjalan sampai ke tujuan.
Inilah jalan-Nya itu: Jalan Persahabatan – Jalan Pengampunan – Jalan Kekudusan (Kesempurnaan). Di ujung sana kita akan disebut sebaga anak-anak Allah!
- Jalan Persahabatan!
Mengapa? Karena memang sebagai murid-murid-Nya kita ini disebut sebagai sahabat-sahabat-Nya. Bukan lagi hamba, apalagi budak. Kita adalah para sahabat Tuhan Yesus dengan kemerdekaan yang sejati. Tidak ada yang terpaksa atau tertekan mengikuti-Nya. Kita semua adalah sahabat Tuhan Yesus. Sehingga dengan yang lain kita harus bisa bersahabat. Kita juga rindu mempunyai sahabat-sahabat di sekitar kita. - Jalan Pengampunan!
Jalan yang sangat sulit. Tapi bisa dilalui oleh Tuhan Yesus. “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu yang telah mereka perbuat,” ungkap-Nya. Dalam Injil, kita didorong untuk tetap mencintai, mendoakan, dan minta berkat dari mereka yang โmengkianati, membenci dan memusuhiโ kita. Jalan yang sangat sulit, tapi harus dilalui. Jika tidak, kita berhenti di situ. Hal itu makin bertambah sulit dan lebih berbahaya lagi. Bahkan lebih beresiko. Sebab, kita akan mempunyai banyak musuh. Hidup dengan banyak musuh itu tidak enak. Sehingga harus dilalui! Yakinlah akan ada penolong-penolong, yakni para makaikat yang membantu kita. - Jalan Kekudusan (Kesempurnaan)!
Ini akhir dari jalan yang akan kita lalui. Coba kalau kita menoleh ke belakang. Lihat, betapa luar biasa jalan yang sudah kita lalui itu. Untuk sampai pada jalan ini, perjuangan kita luar biasa: jatuh bangun, berjuang, bergumul, menahan sakit dan perih, sesak, ragu dan bimbang, cemas dan bahkan hilang kepercayaan.
Fakta itu juga diungkap oleh Bo Sanchez dalam salah satu judul bukunya, “God is bigger than our problems”. Wow, yang “Impossible” jadi “I am possible”.
Puji Tuhan. Bersyukur, karena akhirnya kita mampu ke luar dari โlubang jarumโ atau mampu melewati pintu yang sempit itu dengan mengecilkan ego sendiri.
Sekarang jelas, jalan-jalan mana yang harus kita lalui, sehingga akhirnya kita disebut sebagai anak-anak Allah.
Teruslah berjalan dengan langkah pasti, siapa tahu kita bertemu di jalan-jalan itu. Sehingga kita bisa menjalin โpersahabatanโ, bisa saling โmengampuniโ jika salah, dan โbisa saling menolong serta mendoakanโ.
Ok, sampai kita bertemu dalam perjalanan di ketiga jalan itu, ya.
Rm. Petrus Santoso SCJ

