Oleh : Jlitheng
Bila tetap menyapa, walau tak disapa, buahnya adalah hati ini nyaman.
Bila tetap mencinta, walau tak bergema itu tandanya cinta kita tulus dan murni.
Bila tetap mencinta, walau kadang terluka itu tandanya hati kita penuh belas kasih.
Bila tetap memberi, walau tak nampak berarti itu tanda hati kita penuh empati.
Bila tetap berdoa, walau hati kecewa itu tanda iman kita makin dewasa.
Murid yang sejati memang harus begitu:
Selain terlihat juga terlibat.
Selain membungkuk pada diri sendiri juga jadi sumber hangat bagi hati sesama.
“Jika kamu berbuah banyak, dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.โ (Yoh 15: 8)
Tetap tekun menjadi berkat.
Jlitheng

