Oleh : Mas Redjo
| Red-Joss.com | Berani jujur itu hebat. Berani terus terang dan mau menerima keadaan pasangan yang sebenarnya itu luar biasa. Tapi maaf, jangan pernah ungkit masa lalu pasangan, karena deraan masalah kehidupan. Selalu kedepankan kasih, sesungguhnya hidup itu untuk saling mengasihi, dan bahagia.
“Kuburkan dan lupakan masa lalu. Hidup adalah hari ini demi masa depan yang cerah dan pasti.”
Credo itu harus menjadi komitmen bersama, ketika kita memutuskan untuk menjalani hidup berumah tangga dalam ikatan pernikahan suci.
Masa lalu itu kenangan pahit yang harus ditinggalkan dan dilupakan. Resepnya: komitmen, konsisten, dan andalkan Allah agar niat suci membangun keluarga bahagia itu terwujud, karena diberkati-Nya.
Masa lalu itu memberati hati, tapi masa depan ringankan langkah. Pasangan yang miliki masa kelam itu harus dimotivasi agar selalu semangat dan optimis menjalani hidup yang makin baik, dan lebih baik lagi.
Begitu pula bagi kita yang berani menerima sehitam dan sekelam apa pun masa lalu pasangan itu agar tidak kita manfaatkan demi kepentingan sendiri. Maksudnya, ketika kita berbuat salah dan dosa pada pasangan, lebih bijak, jika kita berani akui dengan jujur dan minta maaf padanya.
Tidak sebaliknya, demi menutupi aib dan pembenaran diri, kita lalu mengungkit-ungkit kelamnya hidup pasangan sendiri. Hal itu tidak hanya melukai dan menyakiti hati. Tapi makin perburuk dan perkeruh situasi. Pasangan makin kecewa dan terpuruk. Jika tidak sabar dan tabah, pasangan dapat mengambil jalan pendek untuk akhiri hidupnya.
Semua orang itu miliki kelemahan dan pernah melakukan kesalahan. Tapi orang yang berani perbaiki diri dan bangkit dari keterpurukan itu hebat dan layak diapresiasi.
Jadi sungguh tidak pantas, bahkan memalukan, jika kita melanggar sendirii komitmen bersama dan janji pernikahan suci itu.
Alangkah bijak, jika kita saling mengingatkan dan menyemangati dengan kasih, ketika ada pasangan yang melenceng atau berbuat salah agar tidak diulangi lagi.
Alangkah elegan, jika kita selalu mengedepankan kasih, ketika ada masalah agar temukan solusi indah demi kebahagiakan bersama.
Selalu didasari kasih Allah, sumber hidup damai sejahtera dan bahagia.
Mas Redjo

