Oleh : Mas Redjo
| Red-Joss.com | “Sukses untuk diri sendiri itu egois, tapi sukses untuk tim itu hebat.”
Sukses untuk tim itu saya pilih, karena alasan saya sederhana. Modal saya kecil, bahkan minim. Bisa dikatakan, modal dengkul, tapi saya miliki semangat juang untuk jadi pemenang!
Dengan modal yang minim itu saya sadar diri. Saya tidak sanggup, jika bersaing dengan pemodal besar, atau mereka yang usahanya telah mapan.
Menurut saya, jalan yang cocok dan aman bagi pemodal kecil adalah bermitra dengan pemodal besar. Caranya dengan mengageni atau membantu jualkan produk mereka dengan sistem konsinyasi, komisi, atau sistem putus.
Selain itu, saya juga menggunakan sistem kemitraan alias referensi. Maksudnya, saya minta referensi nama relasi pelanggan itu untuk memasok barang kebutuhan yang sama, dan memberi komisi. Saya minta dicarikan rekanan pemakai langsung yang pembayarannya mudah dan cepat. Lalu berbagi keuntungan. Untung kecil tidak masalah, yang lebih penting adalah usaha lancar.
Jika di lapangan saya menemui pesaing yang pemodalannya kuat, baik dari distributor atau pabrik, saya memilih mengalah. Kenapa? Perang harga itu terlalu beresiko. Pelanggan yang diperebutkan itu untung, karena memperoleh harga murah. Saya kalah modal. Bahkan distributor atau pabrik itu berani memberi hutang dengan tempo lama.
Selalu mengindari pesaing yang bermodal kuat, karena saya tahu dan sadar diri. Bersaing itu tidak ada untungan, lebih baik saya berkolaborasi. Bermitra dengan tenaga pemasaran pabrik itu. Caranya, dengan tidak saling mengusik atau merebut pelanggan.
Keuntungan yang lain adalah, saya mengambil barang dari pabrik itu, lalu minta tolong untuk dikirim langsung ke langganan saya. Selain irit ongkos transportasi. Langganan saya juga senang, karena barang yang dipesan cepat dikirim.
Tidak takut pelanggan itu diserobot pabrik?
Apa pun usahanya, resiko itu selalu ada. Orang baik, jujur, atau curang itu ada di sekitar kita.
Jangan takut bersikap jujur, karena orang jujur itu mujur dan teruji untuk dipercaya.
Mas Redjo

