Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
| Red-Joss.com | Selama 17 tahun menjadi seorang imam, peristiwa yang paling membahagiakan adalah saat merayakan Ekaristi. Karena pada peristiwa ini, ada banyak pengalaman yang dialami secara bersama…
- Dicintai dan mencintai. Ada yang dicintai, yaitu saya dan mereka yang hadir dalam perayaan Ekaristi, serta yang didoakan selama perayaan itu. Ada yang mencintai yaitu, Yesus sendiri, Sang Roti yang hidup.
- Pembaruan hidup, kesegaran hidup dan kekuatan hidup. Untuk memperbaharui iman bisa dilakukan setiap hari. Jika ada yang tidak bisa merayakan Ekaristi setiap hari, bisa melakukannya lewat doa pribadi yang dilakukan setiap hari. Yang penting, ada kesegaran baru. Mengapa? Karena menerima Tubuh dan Darah-Nya sendiri. Inilah kekuatan yang selalu didapatkan dalam perayaan Ekaristi.
- Mengalami penegasan yang telah disampaikan oleh Yesus berkaitan dengan pengajaran-Nya tentang Roti Yang Hidup. Dia mengatakan, “Whoever eats my Flesh and drink my Blood has eternal life, and I will raise him on the last day. For my Flesh is true food, and my Blood is true drink. Whoever eats my Flesh and drinks my Blood remains in me and I in him” (John 6:54-56). Inilah penegasan yang diberikan oleh Yesus. Penegasan itu terwujud dalam ‘Unlimited love’ – Cinta yang tidak terbatas dalam setiap perayaaan Ekaristi yang dirayakan.
Sungguh, ini adalah anugerah besar yang diberikan oleh Yesus kepada Gereja-Nya. Itulah sebabnya, Gereja mengajarkan Ekaristi adalah Sumber dan Puncak dari kehidupan kristiani.
Itulah sebabnya para sahabat, setiap ada kesempatan untuk merayakan Ekaristi, hadirlah. Alami sendiri pengalaman dicintai dan mencintai. Alami sendiri pembaharuan, kesegaran dan kekuatan. Alami sendiri penegasan akan cinta Tuhan yang tidak terbatas hingga akhir zaman.
Scott Hahn penulis buku “Swear to God” memberikan beberapa point tentang Ekaristi:
- Ekaristi adalah perayaan bersama surga dan bumi.
- Ekaristi adalah penghadiran kembali satu kurban dari Yesus Kristus di salib.
- Ekaristi adalah kehadiran nyata dan kekal dari Yesus Sang Raja dalam Kerajaan-Nya di dunia, Gereja Katolik.
- Kekayaan Ekaristi tak terkira dan tak ada habisnya.
Benar-benar kita bersyukur atas warisan iman ini. Aku, sebagai imamnya, akan terus merayakan Ekaristi dengan gembira dan sukacita, juga bagi rekan-rekan imamku, di mana saja berada saat merayakannya. Amin.
Rm. Petrus Santoso SCJ

