Merenungkan Makna Kurban dalam Ritual
Oleh : Simply da Flores
| Red-Joss.com | Dalam acara ritual adat budaya maupun agama, ada kurban hewan dipersembahkan, menyertai mantra doa, dupa lilin, bunga, serta perlengkapan sesaji sembah lainnya. Para pemimpin ritual dan semua pesertanya dalam komunitas adat atau agama yang paling tahu makna kurban yang dipersembahkan.
Merenungkan makna sakral dari kurban, saya catat dalam sajak:
Dalam Darah dan Daging Kurban Ritual
Sang Maha Paradoks
Engkau begitu jauh dan tak terjangkau, tetapi sekaligus begitu dekat melebur menyatu
dalam desah nafasku dan desir darahku
Aku tak mampu berpalingโฆ
Engkau Maha Nama
Engkau juga tak bernama
Penuh ajaib misteri
kata bahasa semua insani
tak mampu merangkul ada-Mu
tak mampu menyibak misteri-Mu
Engkau Maha Ada dan Tiada
Seribu sesaji sembah ritual
Dupa, lilin, api, bunga dan jutaan hewan kurban
Dalam darasan doa dan mantra
Dengan alunan kidung dan lagu
Tak mampu menahan laju waktu
Tak bisa menawan langkah angin
Tak mungkin mengukir wajah mentari
dan menghias planet angkasa
Untuk menatap wajah-Mu
Engkau di sini, di sana, di mana-mana
Pada darah daging kurban
kutulis wajah salah nistaku
kutumpahkan sesal tobatku
agar kembali menggapai cahaya
merenda pelangi jiwa raga
merangkai ayat-ayat makna
Biar semesta jagat diam
dan sesama saudara tersenyum
Pada darah daging kurban
kubasahi bumi tanah asalku
agar bersemi kembang ampunan
Kutabur aroma bakaran ke langit
agar turun hujan kerahiman
Dan
desah rindu nafas kami
desir damba darah kami
menjelma menjadi syukur tulus
dan terima kasih sahaja

