Membaca Pesan dalam Kiriman Bunga
Oleh: Simply da Flores
| Red-Joss.com | Selain bahasa lugas dan pesan terbuka, ada komunikasi dalam simbol dan karya sastra. Salah satunya adalah mengungkapkan perasaan dan kata hati dengan bunga. Bunga dalam ritual adat dan agama, karangan bunga dikirimkan pada saat kedukaan atau sebuah perayaan kesuksesan, juga kiriman bunga antar pribadi. Entah sesama sahabat saat ultah, dari anak kepada orangtua atau antara sepasang kekasih.
Katakan isi hati itu dengan bunga. Yang menarik, soal makna antara pengirim bunga dan penerimanya. Apalagi kalau tanpa tulisan apa pun. Maka faktor tradisi, pengenalan dan relasi antara pengirim dan penerima sangat menentukan pemahaman maknanya. Saya catat dalam sajak:
Pada Merahnya Bougenville
Pernah kau tunjukkan padaku
Kembang Bougenville tujuh rupa
Putih, kuning, ungu, orange
Merah, coklat dan biru
Tetapi
mengapa hari ini hanya merah
Apa yang mau kau katakan?
Aku pernah lihat di tamanmu
Rumpun Bougenville yang subur
dan durinya menikam telapakmu
darah mengucur di jarimu
Lalu
kau simpan dalam relung batinmu
dan menutupi dengan senyum
padahal lukanya masih ada
Hari ini kau kirim kembang merah
Apakah dari Bougenville di tamanmu itu
Apakah duri menikam telapakmu lagi
dan luka kau simpan di hatimu
Atau
sudah kau obati lukamu
dan senyummu semakin merekah bersama rangkaian kembang merah
Bougenville di taman jiwamu
Hanya engkau yang tahu
ketika memotret kembang Bougenville
dan yang dipilih warna merah
Tetapi
aku menduga ada cerita
yang kau tulis pada kembang
tentang rasa dan dambamu
menghiasi galau resah metropolitan
Dan terus berlariย meraihย harapan
…..

