Oleh : Rm. Petrus Santoso SCJ
| Red-Joss.com | Hidup kita itu dilihat oleh orang lain. Penglihatan yang tulus menempatkan kita pada posisi yang istimewa. Pada saat itulah kita dibuat bahagia. Apa yang dikatakan dilihat dari hal-hal baik yang kita lakukan.
Bagaimana kita bisa melakukan hal-hal baik itu?
Pertama, Sudah mengenali talenta yang diberikan oleh Tuhan.
Kedua, Sudah selesai dengan diri sendiri. Artinya, memiliki cinta yang penuh pada diri sendiri.
Ketiga, Bisa membagikan sesuatu yang bisa diterima dengan baik.
Keempat, Selalu memilih yang mendamaikan hati.
Kelima, Hindari segala bentuk kamuflase. Yang baik akan tetap baik. Mau diapa-apakan tetap baik.
Itulah yang dilihat! Dari yang dilihat, kemudian orang bilang: “Kamu baik.” Mendengarkan itu, lalu kita bilang, “Sejak semula Tuhan menciptakan kita sungguh amat baik.โ
Pesannya jelas: segala ciptaan itu mesti dilihat tetap baik. Mengapa kemudian menjadi โtidak baikโ, misalnya dari komentar seseorang. Mungkin, karena kita sering melakukan hal-hal yang tidak baik (dilihat ataupun tidak dilihat oleh mata manusia). Semestinya, tetap melakukan hal-hal yang baik, dilihat (atau tidak dilihat).
…
Hongkong, 03 Juli 2023
Foto ilustrasi : istimewa

