| Red-Joss.com | Datang, ketika ada maunya. Lalu, pergi begitu saja tanpa permisi.
Dicari, ketika ada untungnya. Lalu, pergi begitu saja tanpa memberitahu.
Mendekat, karena dia masih ‘baru dan segar’, dilupakan begitu saja ‘yang lama dan sudah layu’.
Begitulah persahabatan Kupu-kupu. Sepertinya begitu indah dan menarik, karena dia bisa terbang ke sana dan kemari. Tapi sebenarnya dia berbahaya, karena sekali berhenti pada bunga, dia menghisap sampai habis. Tidak tersisa. Yang terbaik, diambilnya tanpa sisa.
Repotnya yang terhisap itu tidak sadar, karena sudah terpesona oleh penampilan sang kupu-kupu itu. Dia menjadi korban. Dia tidak sadar telah menjadi korban.
Persahabatan kupu-kupu benar-benar membahayakan. Yang menghidupi bentuk persahabatan seperti ini, biasanya tidak setia dalam persahabatan. Dia mudah datang dan pergi, dan dia mudah dekat dan cepat berganti.
Beruntung dan bersyukur, jika kita cepat bisa melihat, sehingga biasa saja. Kita bisa mengerti untuk memahami, ketika si kupu-kupu itu pergi!
Mungkinkah dia akan kembali? Tunggu saja. Ketika ada bunga yang indah, si kupu-kupu itu pasti akan datang. Seperti itulah dia! Biasa saja!
…
Hong Kong, 02 Juli 2023
Rm. Petrus Santoso, SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

