Oleh : Fr. M. Christoforus, BHK
Sepasang Sepatu Tua
Sepasang sepatu tua tergeletak di sudut sebuah gudang
berdebu
yang kiri terkenang akan aspal meleleh
yang kanan teringat jalan berlumpur
Cinta pada sepasang telapak kaki itu โฆ
Sepasang sepatu tua
saling membisikkan sesuatu yang hanya bisa mereka pahami berdua
(Sapardi Djoko Damono)
…
| Red-Joss.com | Anda dan saya, mungkin masih menyimpan sepasang sepatu tua itu di sudut lemari atau pun di gudang berdebu. Coba ditengok.
Lalu, apa dan bagaimana kesan serta perasaanmu? Terharu? Membangkitkan sebuah memori? Rasa marah atau mungkin berurai air mata, andaikan sepatu tua itu hadiah dari sang kekasih hati?
Apa sejatinya, makna sunyi terselubung dari filosofi ‘sepasang sepatu tuaโ. Apa, kata sang pujangga Sapardi Djoko Damono?
Sejatinya, sepasang sepatu tua itu telah mengisyaratkan kepada kita, bahwa sepatu itu bisa diperoleh dengan sederhana. Di dalam kesederhanaannya itu, terbentuk sebuah nilai kesetiaan yang sudah sangat panjang dan lama dalam penantian; layaknya sepasang sepatu tua yang dijatuhkan pada kaki orang yang tepat.
Di dalam konteks berefleksi ini pun terselip juga nilai kesetiaan tiada tara.
Telah berbulan dan mungkin juga bertahun-tahun, dia telah setia bersamamu dalam sunyi. Ke mana pun kau berlangkah, dia pun tak pernah menolaknya. Bahkan, di saat kau menginjakkan kaki di pualam istana, dia pun tidak merasa turut menaikkan derajatnya. Saat Anda melintasi tanah berbecek, dia pun diam dan ikhlas. Atau pun di saat kau menginjakkan kaki di aspal panas, dia pun tidak menyeringai kepedihan. Dia, ternyata tetap diam membisu.
Sungguh, terharu hati ini, jika kita membiarkannya tergolek sunyi di sudut nan gelap pengap.
Sepasang sepatu tua itu telah memikul beban berat kita. Dia, sejatinya telah turut membentuk dan mendidik karakter serta nurani kita untuk sudi belajar dari sekeping ketulusannya.
Mungkin, sepasang sepatu tua itu pernah berkata, “Tuan, mengapa sehari ini, aku tidak difungsikan. Apakah aku sudah tidak pantas lagi memanjakan selapak kaki, Tuan?”
Diam-diam, sang sepatu tua itu, pun akhirnya tahu dan sadar diri. ternyata Tuannya, sudah memiliki sepasang sepatu baru.
Dalam hening sepi, sambil berurai air mata, dia pun berbisik kepada dirinya, “Wahai diriku, beristirahatlah!”
…
Kediri,ย 2ย Juliย 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

