“Berbaktilah sebelum terlambat”
-Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Kita tidak bisa memilih di mana dan dalam keluarga seperti apa kita dilahirkan. Bila orangtua kita tidak punya nama besar untuk dibanggakan. Maka besarkanlah diri kita dengan terus berjuang. Perbesar diri dengan berbuat baik. Sehingga orang akan bertanya, siapa nama Bapaknya, siapa nama Ibunya. Dengan cara itu kita telah membesarkan nama orangtua yang telah bersusah payah membesarkan kita.
Ada survei sederhana untuk anak pertama. Anak pertama itu keras kepala. Kalau soal peduli ia juaranya. Dia ramah sama siapa aja. Jika sudah marah ia tidak melihat siapa lawannya.
Anak pertama paling setia kawan, ia suka menolong dan tidak suka pembohong. Ia percaya sama temannya, sekali disakiti tidak akan bisa melupakan.
Anak pertama harapan orangtua bagi adik-adiknya, ia keras berjuang, meski paling berat menanggung beban.
Anak pertama mungkin sering kurang diperhatikan, dibandingkan adik-adiknya. Tapi selalu dapat tempat spesial di hati Ibu dan Bapaknya.
Berhentilah protes pada orangtua, meski sebagai anak banyak kecewa dan terluka. Guratan keriput kulit yang makin menua itulah cinta tulus orangtua untuk kita. Satu hal yang pasti adalah kita juga akan menjadi orangtua, dan makin menua.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…

