Oleh : Fr M. Chistoforus, BHK
“Janganlah kamu menjadi batu sandungan”
(Ungkapan)
…
| Red-Joss.com | Hidup serta kehidupan kita, memang sungguh bervariasi dan penuh tantangan.
Bagaimana tidak? Kita ini hidup bersama banyak orang dengan aneka tuntutan dan tantangannya.
Apalagi, jika kita hidup dengan orang yang sangat beragam karakter dan tindakannya. Dari sanalah, bermuara aneka tantangan serta masalah hidup itu.
Semua fenomena itu, tentu bersumber dari dalam hati sang manusia. Dialah sang aktor intelektualnya. Dialah sang dalangnya. Kata orang, semua yang terjadi di atas bumi ini adalah kreasi sang manusia semata.
Tulisan ini berkonotasi buruk. Terkesan negatif. Mendeskripsikan sikon yang berantakan. Ada pihak yang bertindak teledor. Dari salah tindak itu lahirlah masalah.
Di saat terjatuh dan terkapar itulah, disebut tersandung dan jatuh.
Tersandung pada apa, hingga orang itu akhirnya terjatuh? Sehingga ia terperangkap di dalam sebuah permasalahan.
Sungguh, hidup serta kehidupan ini memang sering bergelimang aneka masalah. Ada masalahku, masalahmu, dan ada juga masalah mereka.
Sungguh ekstrem, jika dikatakan, bahwa hidup ini penuh masalah. Ektrem pula, jika dikatakan, bahwa idealnya, orang hidup sepatutnya tanpa masalah.
Di mana, di planet bumi ini, ada tempat yang bebas dari perundungan masalah? Jawabannya, tidak ada!
Tersandung dan jatuh, sungguh, merupakan sebuah pengalaman yang tidak mengenakkan hati. Pengalaman yang menyakitkan dan memalukan diri.
Lewat tulisan ini, kita diajak agar selalu berupaya ‘sadar dan tahu diriโ. Siapakah saya ini? Di mana saya berada?
Jika kita ‘tanpa sadar diri dan tidak berhati-hatiโ, hal itu justru akan mendatangkan petaka, alias ‘tersandung dan terjatuhโ. Kita masuk dan perangkap di dalam lubang kepicikan dan egoisme diri.
Semoga hidup kita dapat menjadi sepercik berkat!
…
Kediri,ย 1ย Juliย 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

