Oleh: Simply da Flores
| Red-Joss.com | Satu berkat dalam diri pribadi setiap kita manusia adalah otak untuk berpikir. Berpikir membedakan kita dengan makhluk lain di alam semesta. Lalu, belajar melatih pikiran akan menghasilkan kemampuan atau kecerdasan, yang membacakan setiap pribadi. Sebab, dengan kecerdasan pikiran, emosi, nurani dan kecerdasan jiwa sanubari bisa diupayakan. Kesehatan raga pun diuapayakan serta dijamin oleh kecerdasan pikiran. โAku berpikir maka aku ada,โ demikian kata para pemikir terdahulu. Lalu, kutulis sajak:
Belajar Melukis Wajah Pikiranku
Kuarahkan jari telunjuk pada dahiku
lalu aku tatap dengan mataku
Kuamati dan tersenyum
Rupanya
Senyumku dan gerak jariku
diperintah oleh pikiranku
disorong oleh keinginanku
dipandu oleh keputusanku
Aku berpikir
Kembali jari telunjuk kuarahkan
pada hamparan pasir di pantai
Kutulis namaku dan wajahku
sekonyong datang ombak menyapu
hilang goresan pasirku
Aku berpikir
Aku tertawakan diri
Aku berlari mengejar angin
Aku duduk diam mengangguk
Aku melihat daun bergoyang
Aku mendengan nyanyian burung
Dan
saat kupejamkan mataku
lalu mengingat semuanya
Ternyata
Aku masih berpikir
Saat lelah dan tertidur
pikiranku seperti berisitirahat
Semua indera lain diam
tidur nyenyak adalah keberanian
membiarkan diri tak berdaya
melebur dalam keajaiban kodrati
Namun
tak mampu untuk dihindari
semua manusia membutuhkan tidur
Aku berpikir
tentang saat tidak berpikir
tentang keberanian kodrati
tentang tidur kodrati
tentang tidur abadi
Aku ambil secarik kertas
Coba kulukis wajah pikiranku
Warnanya seperti pelangi
Wajahnya seperti angin
Wajahnya seperti samudra
Wajahnya seperti angkasa raya
Wajahnya seperti api
Wajahnya seperti air sungai
Wajahnya seperti hutan belantara
Dan
Wajahnya terus berubah-ubah
seperti udara bagi nafasku
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

