“Berbicara adalah suara manusia, bernyanyi adalah suara jiwa.”
– Clarissa Pinkola Estés.
…
| Red-Joss.com | Suara jiwa yang terus didengungkan agar tidak lengah dari jerat dunia yang disebut bahagia, dari konsumerisme, materislisme, hedonisme, individualisme, yang menelikung siapa saja, bahkan mereka yang di garis depan penggembalaan.
Setidaknya itu yang menjadi bisikan hati sahabat lamaku untuk tetap berpaduan suara, seperti ini : https://youtu.be/bsRlomumFO4
Secara komunal mereka saling menjaga dampak modernisasi yang begitu kuatnya mengikis sendi-sendi Kristiani, di dunia barat, seperti hal-hal berikut:
Konsumerisme adalah gaya hidup yang menganggap barang-barang mewah sebagai ukuran kebahagiaan atau kesenangan, sehingga membentuk seseorang untuk bersikap tidak hemat, dan lebih memilih untuk berfoya-foya daripada berbagi kepada orang yang kurang mampu.
Materialisme adalah pandangan hidup yang mencari dasar segala sesuatu yang termasuk kehidupan manusia di dalam alam kebendaan semata-mata dengan mengesampingkan segala sesuatu yang mengatasi alam indera, sehingga akan menghalalkan segala cara demi materi.
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap, bahwa kesenangan dan kenikmatan materi itu merupakan tujuan utama dalam kehidupan di dunia. Memenuhi hasrat atau hawa nafsu menjadi hal yang sangat penting. Tidak pernah lelah berziarah untuk memenuhi hasrat jiwa yang tak pernah puas.
Individualisme adalah pandangan hidup yang menganggap, bahwa diri sendiri itu lebih penting dari orang lain, tidak memikirkan orang lain, melakukan apa pun yang diinginkan tanpa memperhatikan dampak yang akan timbul bagi orang lain. Dengan kata lain, hal ini membuat manusia menjadi lebih egois.
Tetap ‘eling’, bahwa di dunia ini ‘mung mampir ngombe’.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

