| Red-Joss.com | Saat ada perubahan di dalam hidup ini, ada dua reaksi: bangga dan bahagia. Sebab perubahan yang dialami itu menuju pada tujuan yang tepat, yaitu kematangan hidup. Jika mau dilihat secara spesifik adalah kematangan secara spiritual. Percaya tidak percaya, perubahan itu benar-benar bisa dirasakan, bahkan bisa dikisahkan, demikian …
Perubahan cara berbicara.
Dulu jika berbicara, sering tidak dipikirkan dulu ‘ke mana arahnya’, juga tidak dipikirkan ‘efeknya’ dan ‘apa manfaatnya’. Sekarang, jika berbicara, kata-kata dan apa yang diucapkan terarah, punya pengaruh, dan dirasakan manfaatnya.
Perubahan cara bersahabat.
Dulu jika bersahabat, masih mudah dipengaruhi oleh ‘rasa suka dan tidak suka’, juga memilih ‘yang sudah akrab dan dikenal’, dan ‘kurang percaya diri’. Sekarang, jika bersahabat, ‘bisa dekat dengan siapa saja, mudah akrab dengan siapa saja, dan sangat percaya diri’.
Perubahan cara mengatasi masalah.
Dulu jika ada masalah, mudah sekali ‘cemas’, banyak ‘menunda’ dan ‘kurang teliti’. Sekarang, saat menghadapi masalah ‘sangat sabar, dihadapi dengan tenang dan diurai satu per satu sehingga terselesaikan dengan cepat’.
Perubahan cara melihat kehidupan.
Dulu melihat kehidupan ‘begitu terbatas’, dinamika hidup ‘monoton’, dan ‘terfokus pada diri sendiri’. Sekarang melihat kehidupan ‘begitu luas, dinamis, berani ke luar dari zona aman, dan terus membuka diri’.
Perubahan dalam memaknai panggilan hidup.
Dulu terus bergolak antara ‘setia dan tidak setia’, ada saja ‘godaannya’ dan merasakan betapa ‘beratnya tugas pelayanan itu’. Sekarang, sungguh bisa merasakan panggilan ini benar-benar ‘hadiah’ dari Tuhan untuk keluarga, masyarakat, Gereja dan dunia. Karenanya, tidak lupa untuk mensyukurinya setiap hari.
Perubahan cara memaknai iman.
Dulu begitu yakin bahwa beriman berarti ‘punya pengetahuan’, lalu ‘bisa menjelaskan’, dan ‘tidak berhenti untuk belajar’. Sekarang memaknai hidup beriman sebagai seorang ‘musafir yang tahu ke mana menuju, bersama sahabat-sahabatnya bertumbuh bersama, dan bisa belajar dari siapa saja dan di mana saja’.
Begitulah perubahan demi perubahan kita alami. Yang pasti, di balik semua perubahan itu, ada yang tidak berubah, yaitu Tuhan yang kita miliki, yaitu Dia yang setia menyertai dan mengasihi kita sampai akhir zaman. Itu semua kita rasakan setelah merasakan semangat kebangkitan Yesus Kristus.
Bagaimana dengan kamu? Apa yang berubah? Apa yang harus diubah? Apa yang tidak pernah berubah?
Semangat perubahan, karena hidup itu harus jadi baik, dan makin baik lagi.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

