| Red-Joss.com | Tidak harus meminta agar pintu rumah Allah untuk dibukakan (Luk
13:25). Karena sudah pasti pintu-Nya tidak pernah ditutup. Sehingga kapan pun kita bisa datang untuk sujud. Syaratnya, setiap melewati pintu-Nya, kita harus rendah hati. Sebab Pintu-Nya terlalu sempit untuk dilewati ego yang besar.
Ketika di dalam keheningan rumah-Nya, semua tampak transparan. Kita di hadapan-Nya. Apa yang hendak kita lakukan, atau berdiam diri?
Sesungguhnya, siapa pun yang melewati pintu-Nya, tidak bisa berkata-kata banyak, selain tentu saja: pengalaman dikasihi-Nya. Jangan sampai kita tetap berada di luar pintu dan tidak bisa masuk, karena IA bilang, “I do not know where you are from” (Luk 13: 25). Oh, tidak dikenal. Tidak diketahui. Terlupakan. Begitukah? Apa penyebabnya? Satu juga alasannya, yaitu kita tidak punya kasih. Terlalu jahat. Benarkan, “Depart from me, all you evildoers” (Luk. 13: 27).
Lewat pesan Injil kita ingatkan dengan sangat keras, jika diri kita tidak mau berubah dan terus berbuat jahat, maka pintu-Nya dititup. Kita bisa mengetuk, meminta, tapi kita tidak bisa masuk. Kita ditolak, dan diminta untuk pergi. Tahukan? Sebab kita jahat dan terus berbuat jahat.
Mari hindari perbuatan-perbuatan jahat, sekecil apa pun itu. Jangan sampai kita tidak dibukakan pintu, gara-gara kita termasuk yang disebut jahat itu.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

