RedJoss.com – Apapun alasannya, ngambek itu tidak ada untungnya. Sebaliknya, malah merugikan diri sendiri. Ngambek itu membuat dada kita terasa sumpek, nyesek, dan sakit.
Ngambek itu karena egois. Kita ingin didahulukan ketimbang orang lain, ingin lebih diperhatikan, dihormati, lebih dihargai, dan seterusnya.
Padahal, saat ngambek, belum tentu orang lain mengetahui alasan kita ngambek.
Gara-gara ngambek, hati kita menjadi tidak tenang, gelisah, kemrungsung, dan pikiran kita dipenuhi ketidakpastian.
Ngambek itu naif dan tidak menyelesaikan masalah.
Lebih suloyo lagi jika kita ngambek pada Allah, karena doa-doa yang mentok dan tidak dikabulkan.
Ketimbang ngambek, lebih baik kita belajar untuk berpikir dewasa. Kita belajar bersikap jujur, terbuka, dan berterus terang untuk menyampaikan ganjalan di hati.
Sekiranya ada hal atau sikap yang kurang berkenan di hati, kita berani menyampaikan pendapat secara langsung, hati-hati, dan bijak agar tidak menyinggung perasaan orang lain.
Begitu pula, saat doa kita belum dikabulkan Allah. Kita tidak harus ngambek, marah, tidak beribadah, dan meninggalkan-Nya.
Sebaliknya, kita harus semakin merendahkan diri untuk sujud kepada-Nya.
Berdoa itu tidak menuntut, tapi sebagai ungkapan puji syukur atas kebaikan dan kemurahan hati-Nya. Karena Dia memahami kebutuhan kita.
Ngambek itu tidak mencerminkan pribadi orang beriman, tapi menunjukkan sifat kita yang kekanak-kanakan dan egoistis.
Dengan berani belajar mengalah dan memahami orang lain, kita menjadi pribadi yang sabar dan rendah hati.
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

