| Red-Joss.com | Kehilangan saat ditinggalkan oleh yang dikasihi, tapi relasi tetap dekat, karena sudah merasakan kasih dari yang dikasihinya. Relasi yang dekat adalah berkat. Sebab, kedekatan itu bicara soal hati. Kedekatan itu tidak mengenal waktu, hari ini, kemarin, atau sudah lama berjalan. Ada yang baru kenal sudah merasakan relasi yang dekat. Ada juga yang sudah lama mengenal, tapi tidak bisa dekat. Semakin terang, kedekatan itu bicara soal hati.
Perlu diketahui, relasi yang dekat tidak bisa dipaksakan. Contoh, kita bisa dekat dengan A, B atau C, dengan ini dan itu atau mereka. Bahkan mungkin yang dikenal dan mengenal kita banyak, tapi dengan aku atau yang lain ‘tidak bisa’. Mau dipaksa atau diusahakan bagaimanapun tetap tidak bisa. Mengapa? Karena memang tidak ada rasa hati yang mau dekat. Itu biasa kok, tidak perlu disesali. Yang penting, kita bisa dekat dengan yang lain. Tidak harus dekat dengan semuakan? Kebanyakan dari kitakan bukan selebritis. Yang selebritis saja, fansnya terbatas dan khusus. Berbeda satu dengan yang lainnya.
Sekarang, kita tanya kepada Maria Magdalena, mengapa dia begitu kehilangan dengan kematian Yesus? Bisa ditemukan jawabannya ya, relasinya sudah dekat dengan Yesus. Selama ini dia sudah diterima Yesus. Dia merasakan kasih dari Yesus yang telah mengubah hidupnya jadi pribadi yang dipulihkan dan disembuhkan. Dia menjadi manusia yang baru setelah berjumpa dengan Yesus.
Ini bisa terjadi pada kita. “Kamu berjumpa dengan saya, lalu berubah, itu bisa. Juga sebaliknya, saya berjumpa dengan kamu, lalu saya berubah, itu bisa juga.” Kita bisa memberi judul hal-hal yang semacam ini sebagai perjumpaan yang mendatangkan berkat. Jika orang sudah mempunyai relasi yang dekat satu sama lain, sudah tidak perlu ditanya lagi, mereka pasti saling mengasihi.
Relasi dengan Tuhan memang harus sampai seperti itu, yaitu kita mencintai Tuhan dengan kedekatan hati. Kita semua berjuang untuk mendapatkan pengalaman dari bentuk relasi yang semacam ini. Bedanya dengan relasi kita, ada yang bisa dekat dan tidak bisa dekat, tapi untuk Tuhan, Dia dekat untuk semua, tinggal masing-masing pribadi kualitas kedekatannya berbeda, tergantung dari olah rohaninya selama ini.
Bersyukurlah jika kita sudah merasakan kedekatan itu. Karena, “jika kita sudah ada kecenderungan meninggalkan atau melupakan Dia, maka Dia akan memanggil kita secara personal. Kita sadar, “Oh, ini Tuhan sedang memanggilku.” Itu berarti kita tidak boleh menjauh dari-Nya.
Tuhan selalu ada dan menyertai kita, agar kita tidak menghilang, bersembunyi, atau menjauhi-Nya.
Makin dekat Allah, kian berlimpah anugerah-Nya.
…
Rm. Petrus Santoso SCJ
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

