| Red-Joss.com | Seorang lelaki baya dan perlente emosi, karena tidak disambut di gerbang pintu surga.
Dibukanya pintu itu, tapi ternyata terkunci dari dalam. Lalu diketuk dan ditunggu, pintu itu tidak juga dibuka. Karena jengkel, pintu itu digedornya.
Seorang malaikat tergopoh-gopoh datang membuka pintu.
“Maaf, Bapak ini siapa?”
“Jangan banyak tanya! Seharusnya kau tahu, siapa saya! Lihat itu para pengawal. Apa kau tidak takut?”
“Sekali lagi mohon maaf. Saya tidak tahu siapa Bapak dan maksud tujuannya datang ke sini. Pintu rumah ini tidak pernah dikunci, dan selalu terbuka.”
“Jangan banyak omong! Apakah kau tidak takut pintu rumah itu dijebol oleh pengawalku?” ancam lelaki perlente itu dengan wajah bagai bara api saking emosi.
“Lho, lho, Bapak tidak harus marah seperti itu. Apakah Bapak diundang oleh Tuan. Jika ya, mana undangan untuk Bapak. Barangkali Bapak salah alamat.”
Lelaki perlente itu terperangah. Undangan? Salah alamat? Tanpa sadar ia melihat ke kiri kanan.
“Mohon maaf, sesungguhnya pintu rumah ini tidak pernah dikunci. Jika tidak bisa masuk, berarti Bapak tidak miliki undangan Tuan. Bapak tidak punya izin masuk. Karena secara otomatis pintu ini tertutup, dan tidak bisa dibuka.”
“Tidak seharusnya Bapak arogan, main ancam, dan sewenang-wenang. Di tempat lain Bapak bisa berbuat semau gue, tapi ini rumah Tuan. Bapak tidak bisa berbuat seperti itu,” katanya lembut, mengingatkan, dan sabar.
“Minggir! Kau membuatku hilang sabar!” ancam lelaki perlente itu sambil mendorong malaikat itu dengan kasar.
Tiba-tiba malaikat itu rahib, hilang entah ke mana. Bersamaan dengan itu… pintu dan taman nan indah di sekeliling rumah itu juga hilang dari pandangan mata.
Lelaki perlente dan para pengawal itu tercekat, ketika secara tiba-tiba di sekeliling mereka berubah menjadi tanah nan tandus, gersang, kerontang, dan panas membara.
Belum hilang dari rasa heran dan terkejut, tiba-tiba dari langit menyambar lidah-lidah api nan dahsyat ke arah mereka.
Mereka berteriak, melonglong, dan minta ampun sambil berlarian dikejar api kesombongannya sendiri.
…
Mas Redjo
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

