Sang Kejujuran di Manakah Engkau

Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK


  • “87 persen pelaku
    tindak korupsi di
    Indonesia, sekitar 1.044
    orang, berpendidikan
    sarjana
    ,” kata Mahfud
    MD.
  • Indonesia saat ini
    sedang tidak baik-baik
    saja. Inilah persoalan
    terbesar bangsa yang
    harus segera
    diselesaikan,
    ” kata Budi
    Sartono S.

| Red-Joss.com | Tulisan ini saya turunkan sebagai tanggapan miris penulis atas tulisan Budi Sartono S. Kepada Redaksi, Kompas, Rabu, 21/6/2023, berjudul Sarjana Koruptor.

Sungguh luhur sikap Bapak Budi Sartono yang berani menanggapi pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD pada acara Raker Persatuan Guru NU di Kabupaten Majalengka, Sabtu, 17/6/2023.

Inilah saripati isi hati Bapak Budi Sartono, “Marilah kita berkhikmat, melihat persoalan korupsi di negeri ini tidak sekadar raibnya uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Ada masalah yang lebih mendasar, yakni makin hilangnya keteladanan, integritas, dan kejujuran, yang semestinya dibangun sejak kecil di dalam keluarga.”

Sebuah statemen ratapan sendu seorang anak bangsa. Beliau merasa miris akan kian meluasnya jangkauan jemari sang gurita korupsi di negeri ini. Pernyataan ini sungguh mendasar serta mampu menyentuh nurani suci kita. Mengapa?

Karena ada persoalan yang lebih esensial di dalam konteks ini. Beliau berkata, tidak sekadar raibnya uang dan penyalahgunaan kekuasaan. Tapi ada masalah yang lebih mendasar, yakni makin hilangnya suri teladan, sikap integritas, serta sikap jujur yang seharusnya sudah dibangun sejak kecil di dalam keluarga.

Ketika kita mengetahui rincian data para koruptor yang disampaikan Mahfud MD, ternyata semuanya bergelar sarjana, maka sungguh tepatlah jika dikatakan, sarjana koruptor.

Wahai, para orangtua di dapur keluarga, wahai para arifin sang guru dan dosen di sekolah dan kampus, wahai para tokoh agama serta masyarakat, di manakah kalian? Apa yang tersaji dan tersisa di atas ceper mangkuk hidangan kita, selain kembali mengelus dada dahaga kita? Apa yang tersisa dan di mana berada si dampak positif dari aspek edukasi kita? Di mana denyut suci hati nurani para out put lembaga edukasi kita? Di mana letak nyali kewibawaan mimbar keagamaan kita?

Akhirnya, saya pun ikut bertanya, “Sang kejujuran, di manakah engkau?”

Kediri,ย 23ย Juniย 2023

Foto Ilustrasi: Istimewa