Oleh: Simply da Flores
| Red-Joss.com | Ketika beberapa kali dalam seminggu ini mengikuti acara pernikahan, ada banyak pesan dan komentar tentang relasi perkawinan dan kehidupan rumah tangga. Entah pesan di upacara adat dan ritual agama, maupun di tenda pesta perkawinan. Tidak sebatas pesan bagi pengantin, namun juga bagi semua yang hadir. Salah satu acara resepsi perkawinan yang saya hadiri, dilangsungkan di pinggir pantai. Lalu, muncul inspirasi dan kucatat dalam sajak:
Simphoni Ombak dan Keindahan Cinta
Langkah kedua pengantin ditulis
antara debur simfoni ombak
dan alunan musik keindahan cinta
Menyapa keluarga dan kerabat
di tenda pesta syukur perkawinan
Perkawinan itu sebuah bahtera
Melepas jangkar tinggalkan pantai
Berani mengarungi samudra raya
Berlayar ke pelabuhan mimpi
Entah siapa menjadi nahkodanya
Entah apa layar dan kemudinya
Entah apa tiang layarnya
Entah apa petunjuk arahnya
Entah apa yang dibawa berlayar
Hanya mereka yang memutuskan
apa dan siapa jawaban
Simfoni ombak patrikan makna
Ingatkan pengantin lagu gelombang
Isyaratkan mempelai musik bahari
Lukiskan misteri samudra Kehidupan
Temukan tanya dan jawaban
Bahwa ombak dan gelombang
adalah tarian abadi
dari lautan suka duka
bagi pelaut dan bahteranya
Antara rindu pasir pantai
dan pelabuhan damba sanubari
yang dicari kedua mempelai
Simfoni ombak pantai
ceritakan pada generasi bahari
Tentang makna keindahan cinta
kepada setiap pasangan pengantin
pemilik bahtera rumah tangga
Bahwa cinta itu misteri
Bahtera perkawinan itu pengorbanan
Dan
Keindahan cinta itu memberi
Kemenangan cinta itu berbagi
Seperti nyanyian ombak menghempas pantai
Seperti lagu gelombang
membelai wajah lautan
Abadi dan tak bertepi
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

