“Mengalahkan orang lain hebat, mengalahkan diri sendiri luar biasa.”
…
| Red-Joss.com | ”Berani ndak kamu melawan dia?” Begitu dahulu sewaktu kecil teman ngomporin saya untuk berkelahi. Akibat digoda bertubi-tubi akhirnya berani saya maju lalu berantem. Ujung-ujungnya kalah dan lebam-lebam, karena yang dilawan lebih besar dan lebih kuat.
Keinginan untuk mengalahkan orang lain dan membanggakan diri tampaknya menjadi kodrat sebagian besar manusia untuk menunjukkan eksistensi dan superioritasnya. Keinginan ini berhulu pada kuatnya rasa ego yang dimiliki manusia.
Dorongan itu ada dalam diri murid Yesus. Terjadi juga pertengkaran di antara murid-murid Yesus, siapakah yang dapat dianggap terbesar di antara mereka.
(Lukas 22: 24)
Kebesaran dalam pelayanan tidak terletak pada kedudukan dan posisi, tapi pada sikap rendah hati dan kerelaan menjadi pelayan bagi banyak orang.
Yesus memberi contoh dengan mengambil seorang anak kecil dan berkata: “Barang siapa menyambut seorang anak kecil seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku.” Kalimat menyambut seorang anak kecil sama halnya dengan menyangkal diri dan menjadi murid Yesus
Doa: ingin menjadi seperti Yesus, dengan melawan keinginan atau motif mengalahkan orang lain, secara eksplisit atau implisit, agar menjadi yang terbaik.
Untuk makin dekat Dia memang kian tidak mudah.
…
Jlitheng
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

