| Red-Joss.com | Bukan sembarang mantra, karena mantra yang satu ini sangat dahsyat. Teristimewa, semakin sering kita lafalkan, pengaruhnya kian luar biasa. Tidak hanya mampu luluhlantakkan dendam dan kebencian. Tapi juga mampu menyemai cinta kasih. Bukan saja untuk menjalin relasi dengan sesama, melainkan juga dengan Sang Maha Pencipta.
Mantra Kasih ini tidak rumit, bahkan sederhana, dan mudah dipelajari. Namun untuk menerapkannya tidak mudah. Mantra yang dilafalkan dengan kesungguhan hati pada sesama dan Allah agar hasilnya berdaya-guna dan luar biasa.
Mantra Kasih yang diterapkan pada sesama dan Allah itu urutannya berbeda. Jika pada sesama melafalkan mantra itu dari depan, sebalinya pada Allah urutannya dari belakang. Jika mantra itu disatukan jadi simbol harmoni: keseimbangan, di mana kita kudu mendahulukan Allah di atas segala ciptaan-Nya!
Mantra Kasih itu terdiri 3 kata ajaib: “Maaf, Tolong, dan Terima Kasih.” Mantra itu sederhana. Jika kita mampu menerapkannya dalam hidup keseharian, hasilnya luar biasa. Karena mantra itu mampu memperat hubungan kita dengan sesama dan Allah.
‘Maaf’ itu simbol kerendahan hati. Keterbukaan hati untuk membangun relasi dengan sesama. Maaf, mengajari kita agar berbesar hati sekiranya sikap dan kata-kata kita keliru atau kurang berkenan. Sekaligus kita diajak berani untuk meminta maaf sekiranya berbuat salah, dan memberi maaf pada mereka yang salah tanpa diminta.
‘Tolong’, mengajari kita untuk tata krama, santun, menghargai, dan menghormati sesama. Meski orang itu tak berpunya atau bawahan kita sekalipun. Kesannya kita tidak memerintah, tapi meminta tolong, dan itu lebih enak terdengar.
‘Terima kasih’, ungkapan syukur untuk menghargai kebaikan orang, karena kita telah dibantu atau ditolong.
“Maaf. Tolong bisa pinjam (ambilkan) koran itu. Terima kasih.”
Elegan!
Sebaliknya jika kita melakukan untuk Allah. Mantra Kasih itu dibalik urutannya. Kenapa? Allah adalah sumber hidup kita.
‘Terima kasih’ adalah nafas hidup kita sebagai ungkapan syukur pada Allah, karena anugerah dan kurnia-Nya yang luar biasa. Kita selalu bersyukur dalam suka dan duka, untung dan malang. Bersyukur itu tiada libur.
‘Tolong’, mengajari kita untuk selalu mengandalkan dan bergantung pada Allah. Karena tanpa Allah, kita lemah tanpa daya dan tak berarti. Kendati Allah sangat memahami kebutuhan kita. Dengan selalu menyertakan Allah, hidup kita makin diteguhkan.
‘Maaf’ mengajari kita untuk tidak segan memohon ampunan dari Allah, sekaligus agar kita juga dimampukan untuk memaafkan sesama. “Ampunilah kesalahan kami seperti kami pun mengampuni yang bersalah pada kami.” Selalu mohon kerahiman Allah agar tercurah dalam hati dan hidup kita.
Semoga dengan rajin belajar untuk menyempurnakan Mantra Kasih: “Maaf-Tolong-Terima Kasih,” kita dimampukan menjadi sumber berkat Allah.
…
Mas Redjo
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

