Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
"Si vis amari, ama"
(Jika engkau ingin dicintai, maka cintailah.")
(Seneca)
...
| Red-Joss.com | Cinta. Apakah itu sebuah misteri terbesar di jagad hidup ini? Bahkan, orang Latin berani mengatakan, “Amor Vocari Omnia,” Cinta telah memanggil segalanya.
Cinta itu tak pernah mengingkari janjinya. Hal itu, dapat dibuktikan secara empiris.
Nyata, bahwa cinta itu murah hati, cinta itu setia dan rendah hati. Cinta itu tidak memegahkan diri serta rela menutup aib sesama. Cinta itu rela menderita lewat kesabaran serta kesederhanaannya. Itulah buah-buah riil sang cinta.
Cinta sejati itu telah menapakkan dan meninggalkan tetumit tulusnya di atas bebutiran pasir kehidupan.
Saya lalu teringat akan “daya pikat cinta” Santo Fransiskus Asisi. Dia, bahkan telah memandang makhluk ciptaan itu sebagai saudara dan saudarinya. Baginya, itulah sebuah ekspresi cintanya kepada Tuhan, Sang Pemberi segala sesuatu.
Baginya, jika Anda itu sungguh mencintai, maka segala sesuatu itu akan “berlari dan mendatangimu.” Bagai seekor harimau ganas, yang segera lenyap buasnya. Bahkan, semua makhluk akan berduyun-duyun datang kepadamu. Itulah misteri cinta sejati.
Cinta itu sebuah sikap konkret. Karena dia senantiasa rela. Jadi, cinta itu sebuah kerelaan. Rela, serta mau untuk diapa-apakan.
Dalam tulus bara api keaktifannya yang bersifat memberi, cinta tak pernah kehabisan daya pikatnya. Maka, sejatinya, sang cinta aktif itu, memiliki setidaknya “empat unsur hakiki.”
(1) Perhatian. Perhatian, dari kata dasar hati. Itulah sifat cinta. Sang pencinta sejati, persembahkan seluruh perhatiannya kepada orang yang dicintainya.
(2) Tanggung jawab. Betapa agung serta luhur kepribadian si pencinta. Dia, mampu bertanggung jawab atas apa pun yang dipercayakan kepadanya.
(3) Rasa hormat. Pencinta sejati akan sungguh menaruh rasa hormat kepada orang yang dicintai. Dia ikhlas, membiarkan orang yang dicintainya bertumbuh, berkembang, serta menjadi dirinya sendiri. Inilah model cinta yang tidak memonopoli.
(4) Mengetahui / memahami. Sang pencinta sejati, akan sungguh mengetahui dan memahami kepribadian serta jati diri orang yang dicintainya. Dalam konteks ini, sang pencinta itu, akan mencintai sepenuh dan setulus hatinya.
Di sini, di batas ini, ada “roh personalitas” yang sedang mengepakkan sayap indahnya, demi membawa orang yang dicintai ke angkasa biru.
Maka, yang terjadi ialah sebuah perjumpaan hati antar dua pribadi. โAku mengasihimu, bukan karena engkau pribadi hebat, melainkan karena engkau apa adanya.โ Inilah yang dinamakan, cintak tanpa syarat.
Cinta sejati adalah pijar bara api pengharapan!
…
Kediri,ย 13ย Juniย 2023
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

