“A bad day for your EGO is a great day for your SOUL.”
– Rio, Scj.
…
| Red-Joss.com | Pernah tidak kau mengalami. Karena lama tidak memotong kuku, tanpa sengaja kuku yang panjang itu mencakar kulit sendiri sampai luka, atau berdarah. Jika pernah, tentu sakit, karena membuat luka. Kau lalu mengambil alat potong kuku. “Yang akan dipotong kukunya atau jari tangannya?” Ya, jelas tentu kukunya, tidak jarinya.
Coba amati hubunganmu, keluargamu, dan dirimu. Sering kali dalam sebuah hubungan khususnya perkawinan yang terjadi potong jari, tidak kukunya. Tanpa disadari ego bertumbuh makin lama kian membesar, saling melukai, mau menang sendiri, salah paham, cemburu buta, dan super curiga. Lalu dengan gampangnya putus hubungan, tanpa mau mencari solusi, penyelesaian dan jalan ke luar.
Sekali lagi, potonglah kukunya, tidak jarinya. Jadilah dewasa, perbesarlah kasih, komitmen, jujur, dan sabar. Lalu kecilkan dan buanglah ego itu.
Banyak yang bilang cekcok suami-istri itu hal biasa, katanya bumbu rumah tangga. Kalau lebih banyak cekcok daripada adem dan bahagianya, apakah itu bumbu?
Orang bilang cemburu itu tanda cinta. Apa jadinya kalau suami-istri selalu curiga, cemburu buta. Lalu di mana ‘trust’ untuk saling percaya?
Ada lagi orang bilang, istri ikut kata suami. Benarkah? Di mana kata ‘saling’ kalau harus terus mengalah akhinya bikin lelah, lalu minta pisah.
Lagi-lagi ego sering jadi sumber kata pisah dan akhir sebuah hubungan. Ingatlah potong kukunya, tidak jarinya. Begitu juga sebuah hubungan. Bila terjadi kesalahpahaman buanglah ego itu, tidak putus hubungan.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto Ilustrasi: Istimewa

