Oleh: Simply da Flores
…
Ini kejadian di bumi Flores
Tanah dipenuhi 1000 gereja
Wilayah dihiasi sejuta salib
Ada perayaan liturgi Katolik
Hari raya Tubuh Darah Yesus
dan
dilakukan sebuah peristiwa massal
Pemberian sakramen Ekaristi Pertama
bagi anak-anak penerima
Serentak di empat Keuskupan
Ruteng, Ende, Maumere, Larantuka
“Syukur kepada Allah
Terpujilah Yesus Kristus
Berbahagialah anak-anak
Bersyukurlah keluarga dan umat”
Untuk perayaan keagamaan itu
Ada aneka ekspresi umat
antara lain dengan pesta
yang bersumber dari tradisi
adat budaya dan sosial
kreasi dan kepentingan kehidupan
Yang banyak gugatan dan tanya
Tetapi
nyata tetap ada terjadi
Bahkan
terkesan semakin semarak bertambah
seperti sebuah gaya hidup
dengan warna-warni anomali
Pada semarak pesta itu
Suasana gaya di tempat diskotik
warna-warni lampu disko
dentuman aneka genre musik
makanan dan minuman alkohol
Berbagai model kreasi tarian
Berpindah ke tengah keluarga
membius kaum tua dan muda
bahkan anak-anak bocah
Membanjiri kampung dan kota
menguasai cara pandang dan prinsip
Entah untuk apa dan mengapa
Ada sebuah kesan menarik
Momen perayaan ritual keagamaan
menjadi alasan semarak pesta
dengan berbagai kepentingan lain
Entah tagihan adat budaya
Entah untuk sosial politik
Entah dorongan manfaat bisnis
Entah energi kemajuan zaman
Entah kreasi inkulturasi agama budaya
Entah integrasi multi dimensi
Entah disorientasi kehidupan
Ataukah
ini sebuah revolusi peradaban?
Ketika semarak pesta terjadi
beberapa otoritas lembaga berbaur
Lembaga agama, budaya, sosial
Lembaga politik, negara, bisnis
dan aneka peran profesi
serta anggota komunitas masyarakat
Larut dalam semarak pesta
“Ada semacam kompromi multi pihak
Ada juga pertemuan kepentingan
Dan
ada berbagai fenomen kontekstual
yang akhirnya ada dan terjadi
Entah sampai kapan
Entah terus bergulir tanya
Entah inikah jawaban hakiki
Bagi kehidupan zaman ini”
…
Foto ilustrasi: Istimewa

