“Vita est brevis – hidup itu singkat.”
…
| Red-Joss.com | Hidup itu indah, karena ada berjuta anugerah. Hidup itu indah bila kita bisa menghargai, karena ada berjuta rejeki yang Tuhan beri. Hidup itu berharga, karena Tuhan selalu memberi yang istimewa. Karenanya jangan sia-siakan hidup yang singkat ini. Vita est brevis.
Hidup memang singkat, hidup memang sementara bukan abadi, semua dari kita pasti akan mengakhirinya. Entah kapan, entah bagaimana kita akan meninggal, hanya Tuhan yang tahu. Karenanya ingatlah tiga hal ini agar hidup tak sia-sia:
Pertama, bersyukur, adalah formula ajaib dalam hidup ini. Ketika kita mudah bersyukur, hati ini akan menjadi lebih damai. Hidup akan penuh sukacita dan bahagia. Masalah yang sedang kita hadapi dan cobaan yang kita alami akan terasa lebih ringan. Ketika kita mudah bersyukur besar kecilnya gaji dan rezeki, usaha dan perjuangan akan Tuhan tambahkan.
Bersyukurlah akan apa yang kita miliki, bersyukurlah Tuhan masih memberi kesempatan hidup hari ini. Bersyukurlah kita bisa bernafas lega. Bersyukurlah kita bisa melihat matahari dan keindahan alam. Bersyukurlah kita masih mempunyai pekerjaan, usaha, gaji dan rezeki. Bersyukurlah kita masih mempunyai keluarga, dan masih banyak hal lain yang perlu di syukuri. Hidup ini subgguh indah bila kita bisa menghargai dan mensyukurinya.
Kedua, berbagi. Hidup bukan soal durasi, hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tapi bagaimana kita tulus berbagi. Siapa sih yang tidak ingin umur panjang? Untuk apa hidup lebih lama, tapi tidak ada gunanya. Untuk apa hidup lama-lama, tapi kita tak memberi arti apa-apa. Ibarat sayur tanpa garam, terasa hambar. Sama dengan hidup kita menerima tugas untuk memberikan rasa pada dunia. Berbagi, memberi pertolongan untuk yang kekurangan, mengasihi orang yang kurang kasih. Memberi semangat untuk yang patah semangat. Memberi sinar untuk yang kegelapan. Memberi harapan untuk yang putus asa. “Menerima itu berkah, memberi itu anugerah.”
Ketiga, beriman. Hidup tidak soal di dunia. Hidup itu soal kerajaan surga. Siapa yang tidak ingin masuk surga. Semua pasti mau dan masih berjuang untuk melayakan diri masuk surga. “Faith -forever always I trust Him.” Imanlah yang menyelamatkan, imanlah yang menyembuhkan, imanlah yang membuka pintu mujizat Tuhan. Percayalah, Tuhan akan bekerja dan kerajaan surga gratis akan kita terima.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj
…
Foto ilustrasi: Istimewa

