Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
“Ke lurah, kita sama menurun, ke bukit, kita sama mendaki.”
(Peribahasa Kita)
…
| Red-Joss.com | Di suatu pagi nan cerah, saya cermat mengikuti sebuah berita hal, “suksesi kepemimpinan” di negara kita, via media hp.
Dengan semangat berapi serta sikap percaya diri tinggi, sang capres A, pun berorasi, “Saudara
-saudariku, saya sudah tahu dengan pasti, bahwa ke depan, rasanya tidak akan ada jalan yang menurun, buat saya serta Anda, para pendukung. Nyata, kita juga akan dan hanya akan mendaki, setapak demi setapak menuju puncak gunung.
Jalan menurun itu, hanyalah setapak jalan santai. Percayalah, jika Anda melintasi jalan menurun itu, berarti saudara akan menuju sebuah kesia-siaan. Bahkan Anda akan dijuluki pahlawan kesiangan. Karena jalan sejati adalah “setapak jalan berliku, bercadas menuju puncak. Itulah tujuan sejati kita, meraih sebuah puncak impian. Hanya dari puncak ketinggian sebuah gunung, Anda dan saya dapat menyaksikan terbitnya sang matahari, simbol pengharapan serta kemenangan sejati.”
“Setapak jalan mendaki,” adalah judul tulisan ini. Bertolak dari spirit serta roh ketulusan sang capres A itu, saya pun sempat menangkap inti serta sinyal arti serta visi suci, sang capres itu.
Gerakan atau aksi, atau pun kampanye bersih dari sang capres A, kiranya mampu menghipnotis kesadaran terdalam kita, untuk mencoba berdiri tegak pada posisi simetris, menganut paham yang sama, ialah tidak ada jalan melandai menuju sebuah kemenangan.
Di sinilah dan lewat proses jalan panjang berliku melelahkan ini, baru Anda dapat menapakkan tumit tulusmu di puncak sebuah gunung impian.
“Bersakit-sakitlah dahulu, bersenang-senang kelak,” itulah sebuah adagium pemacu gairah tulus, yang mengalir dari dasar sanubari. Bahwa, sejatinya, Anda tidak pernah akan meraih suatu kemenangan, hanya lewat setapak jalan santai nan landai.
Berjuanglah terus dengan berani melewati sekeping jalan ketulusan, setapak jalan berdarah-darah, serta sebayang jalan berliku nan terjal. Dari sana, selaku capres, baru Anda akan dimahkotai sebuah keagungan.
Berjuanglah lewat cara santun, tulus, serta jujur demi meraih suatu kemenangan. Kelak, Anda akan dinobatkan sebagai pahlawan sejati dan bukan sebagai pahlawan kesiangan.
Lewati jalan setapak nan terjal gersang ini, baru Anda menuju ke puncak gunung impianmu.
…
Kediri,ย 7Juniย 2023

