“Be thankful and stop complaining.”
– Rio, scj.
…
| Red-Joss.com | Pernah tidak kamu menjalani satu hari tanpa mengeluh, tanpa komplain? Mengeluh adalah penyakit kronis yang bisa menggerogoti kebahagian hidupmu. Sesekali boleh, tapi kalau terus menerus itu suloyo, bahkan bahaya!
Ada istri yang mengeluh akan kehidupannya, tidak bisa menerima penghasilan suami, atau perlakuan suami. Ada juga suami mengeluhkan nasibnya, karena istrinya bawel dan selalu ngomel. Ada orangtua yang mengeluh tentang anaknya yang nakal, susah diatur, dan tidak seperti anak lain.
Ada pula orang yang mengeluh akan nasib dan hidupnya yang statis. Mengeluh, karena gaji tidak naik. Mengeluh, karena sampai sekarang masih jomblo, dan menganggur. Ada pula yang mengeluh pekerjaan terlalu banyak. Bahkan orang kaya pun mengeluhkan keuangannya yang tidak seperti orang kaya lain. Mengeluh, mengeluh, dan di mana -mana orang mengeluh.
Stop mengeluh! No complain. Atasi keluhan kamu dengan cara: “24 – HWC.” 24 Hours Without Complaining.
Coba 4 cara ini:
Pertama: Lihat ke bawah bukan ke atas. Buka mata untuk melihat orang yang ada di bawah kita. Bukankah kita masih lebih beruntung? Syukurilah, maka berkat Allah akan ditambahkan kepadamu.
Kedua: 50 x mendengarkan, 1 x bicara. Mengapa Tuhan memberi kita dua telinga satu mulut? Satu saja sudah bikin puyeng apalagi memiliki dua mulut. Perbanyak untuk mendengarkan, karena itu akan melatih kesabaran, dan memperbesar rasa syukur.
Ketiga: sadari, terima, dan syukuri. Komplain itu lahir dari ketidakmampuan diri menyadari, bahwa hidup itu penuh berkat. Terimalah keadaanmu saat ini dan bersuyukurlah.
Keempat: I am nothing, God is everything. Kesadaran ini penting, untuk melatih diri selalu mengandalkan Tuhan dan rendah hati di hadapan Tuhan dan sesama.
Stop komplain! Karena kita bisa dan mampu!
Deo gratias.
…
Edo/Rio, Scj.

