Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Ada seorang saudari dan Ibunya bercerita pengalaman tentang didatangi para caleg kabupaten. Satu caleg yang sedang menjadi DPRD, adalah anak dari saudarinya almarhum ayah di keluarga ini. Caleg berikut adalah anak dari adik almarhum Ayah. Yang ketiga adalah caleg yang dari anaknya saudara laki Ibu. Masih ada lagi dua caleg yang status keluarganya masih dekat dengan Ibu dan almarhum Ayah. Semuanya datang meminta dukungan, bahkan yakin suara dari saudari dan Ibu pasti untuk dirinya. Ini belum terhitung caleg lain dari satu desa dan dapil yang sama, yang juga mengaku ada hubungan dekat sebagai keluarga.
Ternyata, pengalaman saudari dan Ibu ini, juga dialami di keluarga lain di kampung maupun di kota. Keluarga didatangi para caleg, dan mereka ada hubungan kekerabatan, dan semuanya yakin pasti didukung suara. Belum lagi caleg dari propinsi dan pusat serta calon DPD. Maka ada fakta yang memang membingungkan. Suara yang dimiliki oleh keluarga hanya dua atau lima suara. Lalu, caleg yang datang lebih dari sepuluh, semuanya ada hubungan keluarga, dan minta didukung. Bagaimana membagi suara, apa alasan memilih dan bagaimana memutuskan?
Dari sistem pemilu yang ada, serta banyaknya parpol peserta pemilu, membuat para calon pemilih bisa kebingungan. Ini terjadi pada pemilih tradisional dan pemilih pemula. Mungkin sedikit berbeda pada pemilih cerdas berpendidikan. Ada perbedaan alasan dalam memberikan pilihan dan hak suara.
Maka, perjalanan proses pemilihan menuju hari H di TPS pada pemilu 2024 nanti, memang panas serta sangat dinamis.
Menghadapi sistem pemilu yang ada, bagi para caleg pun ada beberapa kelompok. Caleg dari mereka yang sekarang sedang di kursi legislatif, ada yang pernah gagal pada pemilu lalu dan ada yang caleg pemula; entah dari generasi muda maupun orangtua. Satu kata uang sangat berpengaruh adalah MENANG. Semua caleg berjuang mengumpulkan suara dengan aneka metode, dengan tujuan bisa menang dalam pertarungan merebut kursi legislatif. Semoga semua proses pemilu berlangsung Luber dan Jurdil, serta kebingungan calon pemilih bisa teratasi dengan informasi dari media sosial.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

