“Luck is what happens when preparation meets opportunity.”
Rio.scj.
…
| Red-Joss.com | Semua orang tentu ingin bernasib baik. Tapi banyak di antara kita yang sekadar menunggu dan menyia-nyiakan waktu. Padahal nasib baik itu perlu diperjuangkan, dicari, dan ditemukan. Bukannya malah ditunggu sambil ongkang-ongkang dan minum kopi.
Sesungguhnya nasib baik itu yang menunggu kita agar kita berusaha untuk mendapatkannya.
3 hal yang harus diperhatikan untuk menggapai nasib baik itu.
Pertama, change your habit. Ubahlah ‘habitus’ atau kebiasaan diri. Mengubah nasib adalah mengubah kebiasaan. Dengan kebiasaan baru itu tentunya yang positif akan membentuk karakter, dan dari karakter itu akan membentuk nasib.
Menurut para ahli, untuk membuat kebiasaan, ulangi minimal 21 hari secara konsisten. Pastikan tidak ada yang bolong. Karena, jika sekali saja bolong, maka kebiasaan baru itu tidak akan terbentuk, nasib pun akan sama saja.
Kedua, dream it, plan it and achieve it. Punya goal tertentu, yang mengarahkan kita untuk membuat perencanaan, aksi dan kesuksesan akan mendatangi. Jadi konsistensi, keuletan, perjuangan dan usaha yang kita lakukan itu pasti akan menemukan hasil.
Jangan takut gagal, gagal itu bagian dari proses, jangan takut jatuh, karena jatuh mengajari kita untuk bangkit. Jangan takut mencoba, karena mencoba dan mencoba lagi adalah pundi-pundi keberhasilan.
Ketiga, praying, praise and thanks to God. Sembari kita berjuang, berusaha, mencoba dan bekerja keras itu satu hal yang tak boleh dilupakan, yaitu Tuhan. Berdoa, puji dan mengucap syukurlah kepada Tuhan. Karena Tuhan yang akan mengubah penghasilan dan gaji itu menjadi rejeki. Yang menjadikan keberhasilan dan kesuksesan itu adalah berkah dan anugerah-Nya. Yang menjadikan harta dan kekayaan itu adalah berkah yang layak disyukuri, dan sarana untuk berbagi pada sesama
Selalu ingat “dream it, plan it, pray it and acheive it.” Selamat menggapai nasib baik, dan sukses.
Deo gratias.
…
Edo/Rio, SCJ.
…
Foto ilustrasi: Istimewa

