RedJoss.com – Ada anggapan, bertemu hantu itu sama-sama sial, baik kita maupun hantu itu sendiri. Benarkah anggapan itu?!
Jangan bilang ngeri, serem, atau menakutkan. Membayangkan saja kita tidak berani. Apalagi, jika bertemu…
Pikiran kita terlanjur dikotori oleh cerita hantu yang belum pasti kebenarannya.
Orang membicarakan hantu itu seperti kisah misteri yang dibumbui aura mistis agar semakin menarik dan membuat penasaran bagi yang ingin tahu.
Padahal, disadari atau tidak, ketakutan itu umumnya datang dari pikiran yang dihantui oleh kengerian yang kita ciptakan sendiri. Bisa juga, gara-gara waktu kecil kita sering ditakut-takuti oleh orangtua atau teman tentang hantu.
Takut dengan hantu itu juga menunjukkan iman kita yang lemah. Katanya, rajin ibadah dan aura panas tubuh kita, konon ditakuti hantu. Jadinya, lucu-lucunya, jika kita dan hantu sama-sama penakut untuk bertemu …
Sebaliknya bagi orang penasaran hal perhantuan. Ada di antara mereka yang tertarik untuk berkomunikasi secara langsung dengan mengadakan ritual memanggil arwah, menggunakan media jailangkung, bahkan divirtualkan lewat media tv yang ratingnya cukup tinggi.
Membicarakan hal perhantuan itu tak ada habisnya, bahkan laris manis jika kita piawai mengemas cerita hantu dan hal yang berbau gaib menjadi tontonan menarik.
Alam kelanggengan atau dunia gaib itu penuh misteri. Dunia gaib itu berbeda dengan dunia kita, meski, konon ada orang bilang, bahwa kehidupan mereka tidak berbeda dengan kehidupan nyata.
Hidup di alam kelanggengan itu berbeda dengan di alam nyata. Apakah kita perlu takut, jika bertemu dengan hantu? Sekalipun bertemu dan melihat wujud aslinya, kita tidak perlu lari, karena takut.
Martabat kita sebagai ciptaan Allah, lebih tinggi daripada hantu itu. Hantu itu toh belum tentu menyeramkan atau menakut-nakuti kita.
Melihat atau bertemu dengan hantu itu tidak identik dengan sial. Cobalah berpikir positif.
Bertemu itu tanda berjodoh.
Bisa jadi hantu itu ingin meminta tolong pada kita, tapi tidak bisa menyampaikannya, karena bahasanya mungkin saja berbeda. Hantu itu minta didoakan agar rohnya segera diberi ketentraman.
Bukankah orang yang sudah meninggal itu tidak bisa berdoa untuk dirinya sendiri, kecuali dikirim doa oleh keluarga atau kerabatnya?
Semoga anggota keluarga besar kita yang sudah meninggal dunia diampuni dosa-dosanya dan memperoleh kerahiman Allah. (MR)
…
Mas Redjo
Tulisan ini pernah ditayangkan di seide.id dengan beberapa pembaruan.

