Oleh: Fr. M. Christoforus, BHK
| Red-Joss.com | Saudara, kita ini, nyata hidup dan berada di dalam suatu lingkup masyarakat yang serba global dan pluralis.
Tentu saja, hal ini sangat sejalan dengan hakikat eksistensi kemanusiaan kita, sebagai makhluk sosial.
Tulisan kecil dan berjudul, “Orang Dalam,” ini pun dapat bermakna ganda, baik makna ‘denotasi dan konotasi.”
Berdasarkan KBBI, “orang dalam” adalah orang yang berada di dalam lingkungan (pekerjaan, golongan, dsb). Sedangkan di dalam dunia kerja, pengertian ‘orang dalam’ bermakna, seorang yang dipercaya bisa meloloskan proses penerimaan / recruitment tenaga kerja. Dia, biasanya memiliki koneksi dengan petinggi, baik di bidang pemerintahan maupun swasta.
Singkatnya, pengertian “orang dalam,” pun memiliki sejumlah makna, berdasarkan ruang lingkup yang dimasukinya.
Di balik itu, orang dalam pun dapat dimaknakan sebagai pihak atau orang yang berada di dalam suatu lingkup kerja serta memiliki peran istimewa di dalam proses merekrut tenaga kerja.
Kehadiran serta peran besar orang dalam di suatu lingkup kerja, tentu sangat bergantung dari ketulusan serta sikap transparansinya.
Di dalam konteks ini, kehadiran orang dalam di suatu lingkup kerja atau organisasi, dapat bersifat membangun dan positif. Tapi dapat juga, justru menghancurkan dari dalam.
Tentu, hal ini sangat bergantung dari modus operandi atau cara bekerja si orang dalam itu.
Biasanya, yang terjadi di dalam ruang lingkup masyarakat kita, tidak sedikit desas-desus negatif yang ditimbulkan sebagai dampak dari kehadiran serta peran kotor orang dalam yang bertindak overdosis.
Lewat aksi salah kaprah si orang dalam, di dalam memerankan fungsinya, dapat saja menurunkan nilai atau pamor nama sebuah lembaga.
Hadirnya orang dalam, lewat sebuah sistem kerja praktik-praktik liar, semisal lewat aksi uang pelicin, atau sistem calo, justru telah mencoreng dan meruntuhkan keagungan sebuah lembaga.
Dalam konteks ini, peran sentral kehadiran orang dalam, justru sangat tidak menguntungkan sebuah lembaga.
…
Kediri,ย 29ย Meiย 2023
…
Foto ilustrasi: Istimewa

