Oleh Simply da Flores
| Red-Joss.com | Bangga dan bersyukur atas lahirnya Pancasila dari khasanah jiwa raga bangsa Indonesia. Sejarahnya panjang dalam peradaban bangsa, hingga dirumuskan oleh Sang Proklamator. 1 Juni dijadikan peringatan akan lahirnya Pancasila, lalu menjadi dasar Negara Indonesia dan ideologi bangsa.
Ada berbagai kajian dan penafsiran tentang Pancasila, bahkan ada yang berjuang menggantikan dengan ideologi lain, dan ada juga yang mau menghilangkan ideologi Pancasila.
Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni, saya tuliskan refleksi:
Panca Sajak Generasi Milenial Pewaris NKRI
3.
Sajak Ketiga: Boneka-Boneka Digital
Hanya Aku,
engkau dan dia,
kamu dan mereka
Tidak ada lagi KITA
Hanya ada boneka-boneka
Pentingkah saling melengkapi?
Benarkan saling membutuhkan?
Ataukah
Hanya saling memanfaatkan
Dan
Hanya saling memangsa?
Apakah ini zaman edan?
Saatnya manusia tanpa nurani dan sanubari
Zamannya manusia tanpa hati dan jiwa
Untuk apa bicara tentang KITA?
Apa itu Persatuan Indonesia
Jika yang dibangun hanya badan
Jika jiwa hanya kata dalam lagu
Maka
Apakah bisa tumbuh
Persatuan Indonesia
Dari tanaman:
material fisik,
Dari korupsi dan tipu muslihat,
Dari kemunafikan dan sumpah palsu atas nama Tuhan dan agama?
Adakah persatuan di tengah belantara
Iri dengki dendam
Permusuhan dan perang saudara
Dimana KITA?
Perlukah PERSATUAN
di negeri tipu-tipu
di negara kata-kata
Yang kaya agama tanpa Tuhan?
Yang kaya bangunan, tanpa nurani dan jiwa
…
Foto ilustrasi: Istimewa

